Rupiah Melemah ke Rp14.303 per USD, Seiring Ekspektasi Pemulihan Ekonomi AS
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Kamis (4/3). Pagi tadi, Rupiah dibuka di 14.264 per USD, atau melemah dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.245 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat tipis ke Rp14.258 usai pembukaan, namun kembali melemah tajam ke Rp 14.299 per USD. Meski sempat menguat ke Rp 14.288, namun Rupiah kembali melemah dan saat ini berada di Rp 14.303 per USD.
Analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta terkoreksi seiring ekspektasi pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. "Kenaikan indeks dolar dan yield obligasi AS kemungkinan akan mendorong pelemahan rupiah di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri," kata Ahmad dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (4/3).
Menurutnya, indeks dolar kemungkinan menguat ke level 91 hari ini setelah imbal hasil obligasi AS kembali naik dan kemungkinan mendorong arus modal masuk ke AS. Selain itu data Markit Composite final Februari yang naik menjadi 59,5 dari 58,7 pada Januari, menunjukkan semakin membaiknya ekonomi AS dan menjadi sentimen positif bagi dolar AS.
Sedangkan imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan menguat ke level 1,5 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan melemah ke level Rp14.350 per USD.
"Para pelaku pasar berekspektasi akan semakin cepatnya pemulihan ekonomi AS pada 2021 setelah Presiden Joe Biden berjanji bahwa ketersediaan vaksin bagi seluruh orang dewasa di AS maju lebih cepat dibandingkan yang dijadwalkan," ujarnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya