Rupiah ditutup menguat di level Rp 13.074 per USD
Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di Rp 13.063 per USD yaitu pada pukul 14.45 WIB.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (22/9). Rupiah akhirnya ditutup di level Rp 13.074 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.137 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di Rp 13.063 per USD yaitu pada pukul 14.45 WIB.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia melemah (depresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Rupiah terdepresiasi paling tinggi terhadap Yen Jepang, sebesar 3,41 persen, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan level terendah kurs tengah yang mencapai Rp 132,74 per Yen Jepang.
"Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 130,74 per Yen Jepang. Ini karena ada intervensi dari pemerintah Jepang dan terhadap pasar keuangan Jepang," kata Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/9).
Terhadap Euro, Rupiah terdepresiasi sebesar 2,42 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 14.912,91.
Rupiah juga terdepresiasi terhadap Dolar Australia (AUD) sebesar 1,59 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 10.033,89 per AUD.
Sedangkan untuk Dolar Amerika (USD), Rupiah terdepresiasi sebesar 1 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima Agustus 2016 yang mencapai Rp 13.237,81 per USD.
"Kondisi di Amerika yang pengangguran menurun memberi dampak ke semua negara. Australia karena pertumbuhan ekonominya bagus. Uni Eropa juga mata uangnya menguat terhadap Rupiah," pungkasnya.
Baca juga:
Bos BI optimis penurunan suku bunga acuan jaga stabilitas ekonomi
DPR setujui cost recovery sebesar USD 10,4 miliar
Bank Indonesia turunkan suku bunga acuan jadi 5 persen
Sri Mulyani: Revisi PMK 127 tentang Pengampunan Pajak segera selesai
Ini alasan Luhut pangkas cost recovery