Ini alasan Luhut pangkas cost recovery
Merdeka.com - Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan memutuskan untuk memangkas pengembalian investasi atau cost recovery hulu migas sebesar USD 10,4 miliar. Langkah ini ditempuh agar investasi di sektor tersebut kembali bergairah di tengah rendahnya harga minyak dunia.
Selain itu, pemangkasan ini juga ditujukan agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tidak lagi membesarkan cost recovery yang diajukan ke pemerintah.
"Jadi itu yang kita mau. Kita tidak mau diakal-akali sama orang Belanda ini. Kita mau betul-betul kita lihat ini pantas tidak cost recovery. Jadi kepatutan, keadilan," kata Luhut di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/9).
Dia menambahkan, selama ini pemerintah hanya tunduk pada KKKS tentang cost recovery. Padahal, jumlah yang diajukan kadang tidak sesuai dengan biaya yang sesungguhnya.
"Selama ini kita terima saja, itu yang saya tidak setuju. Saya sampaikan kepada teman-teman di SKK Migas tolong kalian bedah lagi, sehingga kita dapat efisiensi tadi. Karena terus terang selama ini kita take it for granted saja. Tidak boleh. Coba lihat lagi," ungkapnya.
Dengan pemangkasan ini, ESDM diyakini bisa menghemat pengeluaran hingga Rp100 triliun di tahun-tahun ke depan. Untuk itu, dia memberi tenggat waktu hingga 2 minggu kepada SKK Migas untuk menghitung cost recovery.
"Itu pemikiran benar sekali. Sekarang di SKK masih bergumul. Saya kasih waktu dua minggu, awal Oktober datang ke saya lagi Tunjukkan hitung-hitungannya itu. Kalau perlu anda cari konsultan untuk menghitung mana yang pantas di cost recovery dan tidak. Sehingga fair. Silakan bule sama bule itu bertempur, kita bayar mereka. Sekali-kali kita bayar mereka, masa kita saja yang dibayar," pungkas Luhut.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya