Rupiah Ditutup Melemah Seiring Rekor Baru Kasus Harian Covid-19
Rupiah ditutup terkoreksi tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.440 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.433 per USD.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup melemah, seiring rekor baru kasus harian COVID-19 yang menembus 15.000 kasus. Rupiah ditutup terkoreksi tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.440 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.433 per USD.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis, mengatakan, sentimen yang mendorong pelemahan rupiah hari ini masih relatif sama dengan hari sebelumnya yaitu sikap bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dan kenaikan kasus positif COVID-19 di dalam negeri.
"Semalam beberapa petinggi bank sentral AS masih menyuarakan potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih cepat dari proyeksi sebelumnya karena inflasi yang meninggi meskipun sementara, tapi inflasi ini akan bertahan dalam waktu yang lebih lama," ujar Ariston, dikutip Antara, Kamis (24/6).
Menurut Ariston, komentar-komentar tersebut mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Dari dalam negeri, pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kasus COVID-19 yang masih terus menciptakan rekor kasus baru.
"Pembatasan aktivitas yang lebih lama karena kasus baru masih terus meningkat, bisa menghambat laju pemulihan ekonomi," kata Ariston.
Baca juga:
Rupiah Bergerak Melemah Seiring Tingginya Volatilitas Pasar
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.402 per USD
Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp14.443 per USD
Nilai Tukar Rupiah Rawan Melemah Imbas Tingginya Kasus Positif Covid-19
Rupiah Menguat Dibayangi Sikap Hawkish The Fed
BI Catat Uang Beredar Pada Mei 2021 Rp 6.994,9 Triliun