Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.402 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 30 poin di level Rp14.432 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.402 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.410 hingga Rp14.470 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, lonjakan penularan Covid-19 di Indonesia bukan karena kesalahan masyarakat semata. Namun kesalahan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten.
"Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam mengatasi pandemi juga menjadi faktor penyebab, karena khawatir ekonomi akan melambat dan padahal sudah otomatis ekonomi melambat," ujarnya dalam riset harian, Jakarta, Rabu (23/6).
Ibrahim mengatakan, baik pemerintah maupun masyarakat tidak mau belajar dan tidak mau mendengar pendapat para ahli wabah dan kesehatan masyarakat. Di awal program vaksinasi, misalnya, pemerintah hanya fokus untuk memberikan kepada para tenaga kesehatan dan petugas di pelayanan publik, serta masyarakat yang secara langsung berkontribusi terhadap perekonomian.
"Para ahli wabah atau dokter kemudian menyarankan agar para lansia yang sangat rentan terinfeksi masuk target prioritas. Selain itu, sekitar 20 persen usia 60 tahun ke atas, kalau terinfeksi mereka akan masuk rumah sakit dan 50 persen di antaranya akan meninggal dunia," katanya.
Dari sisi masyarakat juga bebal dan tidak mau vaksinasi karena ada sebagian yang menolak divaksin dan tidak menjalankan protokol kesehatan. Orang-orang tersebut merasa sehat dan kebal padahal tidak.
"Andai pemerintah dan masyarakat mau belajar dari pengalaman sebelumnya bahw setiap ada libur panjang akan terjadi lonjakan, larangan mudik lebaran kemarin seharusnya lebih tegas," tandas Ibrahim.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya