LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah dibuka melemah tipis di level Rp 14.755 per USD

Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.755 per USD, atau melemah dibanding penutupan minggu lalu di level Rp 14.677 per USD. Rupiah bergerak menguat usai pembukaan di level Rp 14.735, namun kembali melemah tipis ke level Rp 14.742 per USD. Saat ini, Rupiah kembali menguat dan berada di posisi Rp 14.735 per USD.

2018-11-12 10:04:00
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Senin (12/11). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.755 per USD, atau melemah dibanding penutupan minggu lalu di level Rp 14.677 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak menguat usai pembukaan di level Rp 14.735, namun kembali melemah tipis ke level Rp 14.742 per USD. Saat ini, Rupiah kembali menguat dan berada di posisi Rp 14.735 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penguatan terhadap nilai tukar Rupiah dikarenakan oleh beberapa faktor domestik maupun luar negeri.

Advertisement

Dia mengungkapkan, faktor pendorong dalam negeri terhadap penguatan nilai tukar Rupiah ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik. Apalagi inflasi juga terus terkendali di bawah tiga persen.

Selain itu, instrumen BI mengenai aturan transaksi pasar Non Deliverable Forward (NDF) di dalam negeri atau Domestic Non Delivarable Forward (DNDF) juga diyakini menjadi faktor pendorong juga. "Pemantauan kami terkait dengan DNDF itu berkembang cukap baik suplay dan demand juga cukup berkembang, sehingga memang ini menambah kedalaman pasar valas dalam negeri," tuturnya

Bahkan, volume sejak dikeluarkan dan diberlakukannya DNDF pada 1 September 2018 lalu, tercatat sekitar USD 115 juta. "Dan suplay demand juga bergerak sangat seimbang dan membaik dan apa yang kita liat ini memang mekanisme pasar," kata dia.

Advertisement

Sementara itu, lanjut Perry, faktor luar negeri yang mendorong terjadinya penguatan mata uang Garuda ini adalah dengan meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. "Baik faktor global dan maupun faktor domestik tadi yang memang mendorong nilai tukar Rupiah bergerak menguat dan stabil. Sekali lagi ini adalah sesuai dengan mekanisme pasar," tutupnya.

Baca juga:
Penguatan Rupiah Jadi Momen Perbaikan Defisit Transaksi Berjalan
Ini faktor pendorong penguatan Rupiah versi Bank Indonesia
Meski Rupiah tak lagi melemah, pemerintah dipastikan takkan lengah
Samsung ungkap industri elektronik Indonesia tengah melemah, ini sebabnya
Pemerintah harap penguatan Rupiah tetap terjaga di tengah gejolak ekonomi global

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.