Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini faktor pendorong penguatan Rupiah versi Bank Indonesia

Ini faktor pendorong penguatan Rupiah versi Bank Indonesia Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan penguatan setelah sebelumnya berada di level Rp 15.000-an per USD. Mengutip data Bloomberg Rupiah pagi ini dibuka di level Rp 14.645 per USD, melemah sedikit dibanding penutupan kemarin diposisi Rp 14.539 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, meski pembukaan hari ini sempat melemah tipis, namun trennya cukup menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu terakhir ini. Menurutnya, penguatan terhadap nilai tukar Rupiah dikarenakan oleh beberapa faktor domestik maupun luar negeri.

"Terkait dengan perkembangan nilai tukar Alhamdulillah sejak minggu lalu terus bergerak menguat dan stabil. Beberapa faktor tentu saja mendorong stabilitas maupun juga penguatan dari nilai tukar Rupiah, baik faktor dalam negeri maupun faktor luar negeri," kata Perry saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (9/11).

Perry mengungkapkan, faktor pendorong dalam negeri terhadap penguatan nilai tukar Rupiah ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik. Apalagi inflasi juga terus terkendali di bawah tiga persen.

Selain itu, instrumen BI mengenai aturan transaksi pasar Non Deliverable Forward (NDF) di dalam negeri atau Domestic Non Delivarable Forward (DNDF) juga diyakini menjadi faktor pendorong juga. "Pemantauan kami terkait dengan DNDF itu berkembang cukap baik suplay dan demand juga cukup berkembang, sehingga memang ini menambah kedalaman pasar valas dalam negeri," tuturnya

Bahkan, volume sejak dikeluarkan dan diberlakukannya DNDF pada 1 September 2018 lalu, tercatat sekitar USD 115 juta. "Dan suplay demand juga bergerak sangat seimbang dan membaik dan apa yang kita liat ini memang mekanisme pasar," kata dia.

Sementara itu, lanjut Perry, faktor luar negeri yang mendorong terjadinya penguatan mata uang Garuda ini adalah dengan meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. "Baik faktor global dan maupun faktor domestik tadi yang memang mendorong nilai tukar Rupiah bergerak menguat dan stabil. Sekali lagi ini adalah sesuai dengan mekanisme pasar," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP