Rupiah dibuka melemah kembali ke level Rp 13.500-an per USD
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak fluktuatif usai pembukaan. Bahkan, Rupiah mampu menyentuh 13.551 per USD lalu kembali melemah hingga ke level Rp 13.545 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah di perdagangan hari ini, Kamis (24/11). Rupiah dibuka di level Rp 13.518 atau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.490 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak fluktuatif usai pembukaan. Bahkan, Rupiah mampu menyentuh 13.551 per USD lalu kembali melemah hingga ke level Rp 13.545 per USD.
Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah 2,3 persen sejak 8 November hingga 17 November 2016. Pelemahan Rupiah disebabkan kondisi eksternal, terutama pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar juga dirasakan banyak negara, dikarenakan aliran modal lari ke AS karena dianggap sebagai tempat yang lebih aman dari ketidakpastian.
"Dalam banyak hal adalah karena perilaku investor yang ingin melakukan sesuatu respons atas kondisi di AS. Memang kondisi pemilu membuat cukup banyak ketidakpastian dan menjadi capital flight to quality. Banyak negara berkembang yang portfolio manager cenderung melepas posisinya," terang Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11).
Kendati demikian, Agus meyakini tekanan terhadap nilai tukar Rupiah hanya bersifat sementara. Apalagi secara year to date (ytd), Rupiah masih mengalami apresiasi.
Masih bertahannya Rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. Diukur dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen, kemudian inflasi yang bisa dijaga pada kisaran 3 persen dan defisit transaksi berjalan yang terkendali di sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Kami katakan bahwa secara umum kita dengan kondisi ekonomi domestik stabil dan sehat. Kita lihat bahwa betul sejak 8 November sampai sekarang ada kondisi depresiasi tapi secara ytd kita masih ada apresiasi," jelas dia.
Baca juga:
Menkeu soal rendahnya penerimaan pajak: Pegawai DJP bukan Superman
Menkeu akui OTT pejabat pajak lemahkan kepercayaan pada DJP
Jonan siapkan permen agar swasta bisa jual listrik ke masyarakat
Pemerintah ungkap penyebab pariwisata RI kalah dari Malaysia dkk
Ini 5 keuntungan punya bisnis sampingan untuk karyawan
Mangkir bayar pajak, Google terancam denda Rp 4 triliun
Kereta Jakarta-Surabaya dihadirkan untuk saingi layanan pesawat