Rosan Dampingi Prabowo Paparkan Peran Strategis Danantara kepada Raja Yordania
Menteri Investasi Rosan Roeslani mendampingi Presiden Prabowo Subianto memaparkan peran strategis Danantara kepada Raja Yordania, yang tertarik menjadikannya rujukan untuk Sovereign Wealth Fund mereka.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan penting dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II bin Al Hussein, di Jakarta pada Sabtu (15/11). Agenda utama pertemuan ini adalah memaparkan peran strategis Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai Badan Pengelola Investasi (BPI) Indonesia.
Pemaparan mengenai Danantara ini dilakukan atas permintaan langsung dari Pemerintah Yordania. Mereka menginginkan presentasi yang lebih komprehensif setelah sebelumnya berdiskusi dengan Menteri Investasi Yordania dan pejabat terkait lainnya. Hal ini menunjukkan ketertarikan Yordania terhadap model pengelolaan investasi yang diterapkan oleh Indonesia.
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa presentasi tersebut berlangsung di hadapan Raja Yordania, dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, menandakan pentingnya acara ini bagi kedua negara. Yordania berencana membentuk lembaga investasi negara serupa atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dan melihat Danantara sebagai rujukan strategis yang relevan.
Presentasi Komprehensif Danantara atas Permintaan Yordania
Pertemuan antara delegasi Indonesia dengan Raja Yordania ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai Danantara. Rosan Roeslani menyatakan, "Tadi agenda pertemuan memang kami diminta oleh Pemerintah Yordania untuk memberikan presentasi, pemahaman mengenai Danantara." Permintaan ini muncul setelah serangkaian diskusi awal yang menunjukkan ketertarikan Yordania pada struktur dan fungsi BPI Indonesia.
Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, menjelaskan secara rinci bagaimana Danantara beroperasi. Presentasi ini mencakup model bisnis, strategi investasi, serta kontribusi Danantara terhadap perekonomian nasional. Tujuannya adalah memberikan gambaran utuh kepada pihak Yordania.
Pemaparan ini menjadi krusial karena Yordania sedang dalam tahap perencanaan untuk mendirikan lembaga investasi serupa. Mereka mencari model yang terbukti berhasil dan dapat disesuaikan dengan konteks ekonomi mereka. Oleh karena itu, pengalaman dan struktur Danantara menjadi sangat relevan sebagai studi kasus.
Danantara sebagai Rujukan Pembentukan Sovereign Wealth Fund Yordania
Yordania memiliki rencana ambisius untuk membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) di negaranya sendiri, dan mereka melihat Danantara sebagai contoh yang patut dipelajari. Rosan Roeslani menggarisbawahi, "Karena Pemerintah Kerajaan Yordania ini juga berencana membuat Sovereign Wealth Fund di negaranya. Kita memberikan pemaparan dan juga sekaligus diskusi." Diskusi tersebut tidak hanya berisi pemaparan, tetapi juga dialog mendalam mengenai peluang kolaborasi.
Diskusi yang berlangsung juga membahas penguatan struktur investasi untuk mendukung berbagai inisiatif ekonomi di kedua negara. Raja Yordania memberikan apresiasi tinggi atas penjelasan yang disampaikan oleh pihak Indonesia. Beliau juga menyampaikan sejumlah masukan konstruktif yang dianggap penting untuk pengembangan lembaga investasi di Yordania.
Rosan menambahkan, "Dan dari Raja Yordania sangat mengapresiasi pemaparan kita dan memberikan input dan feedback yang menurut beliau sangat penting." Apresiasi ini menunjukkan bahwa model Danantara dianggap memiliki nilai dan relevansi yang signifikan bagi Yordania dalam upaya mereka membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat melalui SWF.
Mempererat Hubungan Bilateral Indonesia-Yordania
Di luar pembahasan mengenai Danantara, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kedua negara telah menjalin hubungan yang solid sejak 74 tahun silam, tepatnya sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada Oktober 1951. Hubungan ini diperkuat oleh kedekatan historis dan emosional yang kuat.
Prabowo Subianto secara pribadi memiliki ikatan khusus dengan Yordania, mengingat lebih dari 20 tahun lalu ia pernah diterima dengan hangat oleh mendiang Raja Hussein bin Talal. "Kedua negara kita telah menikmati hubungan yang erat sejak terjalinnya hubungan diplomatik 74 tahun lalu pada Oktober 1951. Di sisi lain, seperti Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania," kata Prabowo.
Pemerintah Indonesia berharap dapat terus membahas peluang kerja sama baru dan mempererat hubungan bilateral dengan Yordania. Hal ini menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Kerjasama di berbagai sektor, termasuk investasi, diharapkan dapat membawa manfaat timbal balik bagi kedua negara.
Sumber: AntaraNews