Jokowi dan SBY Jadi Dewan Pengarah Danantara, Bahlil: Tokoh-Tokoh Berintegritas
Bahlil pun menyebut, kepengurusan Danantara menunjukan profesionalisme Presiden Prabowo Subianto.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ditunjuk sebagai dewan pengarah BPI Danantara.
Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai tokoh-tokoh yang berada di kepengurusan Danantara merupakan sosok yang memiliki integritas dan kemampuan.
"Ada tokoh-tokoh yang menjadi bagian daripada kepengurusan, saya pikir itu tokoh-tokoh yang berintegritas, orang-orang yang profesional, yang sudah barang tentu punya reputasi, punya integritas, dan punya kemampuan," kata Bahlil, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (26/3).
Tak Ada Tokoh Titipan di Danantara
Bahlil pun menyebut, kepengurusan Danantara menunjukan profesionalisme Presiden Prabowo Subianto. Sebab, tidak ada orang titipannya di Danantara.
"Ya saya pikir Danantara adalah sebuah lembaga keuangan yang dimiliki oleh negara. Dia semacam temaseknya Singapura lah. Badan pengelola investasi yang harus dilakukan secara profesional," ujar dia.
"Kredibel. Saking profesional kredibelnya Pak Prabowo aja tidak menitipkan orang satu pun. Itu dilakukan betul-betul secara profesional," sambungnya.
Bahlil pun meyakini, tujuan kepengurusan Danantara diisi oleh tokoh-tokoh profesional agar Danantara menjadi lembaga kebanggaan bangsa dan meningkatkan perekonomian.
"Tujuannya apa? Agar lembaga ini bisa menjadi suatu lembaga yang menjadi kebanggaan bangsa dan sekaligus bisa menjadi salah satu instrumen untuk mendorong dan mengikat pertumbuhan ekonomi kita secara baik," imbuh Bahlil.
Jokowi dan SBY Jadi Dewan Pengarah Danantara
Diketahui, SBY dan Jokowi bersatu menjalankan tugas sebagai Dewan Pengarah Danantara.
"Di dewan pengarah, memang kami meminta dan alhamdulillah sudah disetujui ada Pak Jokowi dan juga Bapak SBY," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani pada Senin (24/3).
Rosan menyebut Danantara merupakan badan investasi nasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan.
Oleh sebab itu, kata Rosan, keterlibatan SBY dan Jokowi ini menunjukkan keterlibatan kepemimpinan tingkat tinggi dalam kebijakan strategis perusahaan investasi ini.
"Kami pun dibantu oleh headhunter maupun advisor dari dalam dan luar negeri," kata dia.
Tugas SBY dan Jokowi adalah mengawasi Danantara dan memastikan komitmen lembaga tersebut terhadap pembangunan Indonesia, memastikan pengelolaan investasi negara berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel.