RNI gelontorkan Rp 400 M bangun PLTMH 15,6 MW di Padang
Pembangkit listrik tenaga mikro hidro akan dikelola PT Liki Energi Nusantara dan PT Rajawali Liki Energi.
Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengucurkan dana mencapai Rp 400 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Sumatera Barat. Pembangkit energi baru terbarukan ini nantinya berkapasitas 15,6 megawatt (MW).
Direktur Utama RNI, Didik Prasetyo, mengatakan pembangunan ini hasil kerja sama antara PT Mitra Kerinci dengan PT Brantas Energi. Proyek ini diharapkan bisa groundbreaking tahun ini dan rampung pada 2018 mendatang.
"Nantinya akan dibangun perusahaan baru sebagai pengelola yakni PT Liki Energi Nusantara dan PT Rajawali Liki Energi," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (29/6).
Pembangkit ini nantinya akan memanfaatkan kekuatan air terjun dari sungai Lambai dan Belangir sebagai penggerak turbin listrik. Didik yakin proyek ini menguntungkan karena hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk balik modal.
"Tim penilai telah menghitung total kapasitas pembangkit di sana bisa mencapai 56 MW," tuturnya.
Didik berharap pembangkit ini bisa menjadi solusi bagi penduduk Solok Selatan dan sekitarnya untuk bisa menikmati listrik. Di mana, pihaknya mencatat masih ada sekitar 10.661 rumah belum teraliri listrik.
Baca juga:
2015, Laba bersih RNI melejit 120 persen
Gelar operasi pasar, RNI jual gula Rp 12.500 per Kg
PT RNI impor sapi bakalan perdana dari Australia
Perizinan sulit, RNI setop sementara pengembangan Rajawali Mart
RNI: 5 perusahaan asing minat investasi di pabrik gula yang merugi
Jelang Ramadhan, PT RNI gelar operasi pasar gula Rp 12.500 per kg