Perizinan sulit, RNI setop sementara pengembangan Rajawali Mart
Merdeka.com - Sejak tahun lalu, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyetop pengembangan Rajawali Mart. Sebab, perusahaan pelat merah itu kesulitan mendapatkan izin pendirian pasar modern dari pemerintah.
Demikian diungkapkan PT RNI Didik Prasetyo usai menjual gula murah di Pasar Palmerah, Jakarta, Kamis (12/5)
"Kami setop dulu pengembangannya. Yang operasionalnya masih jalan. Yang sudah merugi kami tutup," kata Didik.
Saat ini, RNI hanya memiliki 30 Rajawali Mart di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Menyusut drastis dari sebelumnya 99 gerai.
Melihat itu, RNI tengah mencari strategi baru untuk menjaga eksistensi toko ritelnya.
"Apakah nanti dijadikan grosir saja. Kami lagi coba pelajari dan cari yang menguntungkan," katanya.
"Kami kemarin ada penjajakan untuk bekerja sama dengan Indomart. Kami gandengkan supaya ruginya tidak terlalu besar. Tapi ini masih kajian."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya