Resmikan Gedung Baru Megah, Pemkab Bojonegoro Perkuat BPR Demi Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meresmikan gedung baru BPR Bank Daerah Bojonegoro, langkah strategis dalam penguatan BPR Bojonegoro untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan UMKM.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, baru-baru ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor perbankan daerah. Langkah ini diwujudkan melalui peresmian gedung baru PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda).
Acara peresmian yang berlangsung di Jalan Veteran tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Penguatan BPR Bojonegoro ini secara spesifik menargetkan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, diharapkan juga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Visi Penguatan BPR untuk Ekonomi Kerakyatan
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa gedung baru BPR Bojonegoro ini merupakan simbol perjuangan. Gedung ini merepresentasikan semangat untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
"Gedung baru BPR Bojonegoro ini spirit perjuangan kita untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan terutama UMKM dan mampu berkontribusi positif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Bupati Setyo Wahono saat meresmikan gedung tersebut.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan regulasi yang mendukung. Regulasi ini bertujuan agar BPR Bojonegoro semakin kuat dan mampu bersaing. Persaingan ini termasuk dengan perbankan nasional dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Strategi BPR Bojonegoro dalam Menghadapi Persaingan
Kehadiran gedung baru yang strategis dan megah di Jalan Veteran ini menjadi keuntungan tersendiri bagi BPR Bojonegoro. Lokasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan stabilitas likuiditas bank.
Bupati Wahono juga menekankan pentingnya adaptasi BPR terhadap perkembangan zaman. Masyarakat saat ini cenderung beralih ke transaksi elektronik dan tidak lagi bergantung pada uang tunai dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, BPR Bojonegoro dituntut untuk segera menerapkan sistem transaksi elektronik. Modernisasi ini krusial untuk menjaga relevansi dan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Direktur PT BPR Bank Daerah Bojonegoro, Sutarmini, menjelaskan bahwa rencana pembangunan gedung baru ini telah melalui proses panjang. Perencanaan dan desain bangunan sudah dimulai sejak tahun 2022-2023.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Harapan Masa Depan
Bupati Setyo Wahono memiliki harapan besar agar BPR Bank Daerah Bojonegoro dapat menjadi bank rujukan. Bank ini diharapkan mampu bersaing secara setara dengan bank-bank besar lainnya di masa depan.
"Mimpi besar ke depan BPR mampu sejajar dengan Himbara yang lainnya dan saya siap menjadi marketing, kepala OPD harus ikut merekomendasikan pinjaman seluruh pegawainya ke BPR," tegasnya.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah tidak hanya sebatas regulasi, tetapi juga promosi aktif. Bupati bahkan bersedia menjadi "marketing" bagi BPR dan meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merekomendasikan pinjaman pegawai ke BPR.
Sutarmini juga berharap gedung baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat Bojonegoro. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membawa kemajuan bagi BPR.
Sumber: AntaraNews