Rencana kebijakan baru subsidi BBM beri sentimen positif Rupiah
Penerapan subsidi tetap jadi opsi terbaik untuk subsidi BBM tahun depan.
Laju nilai tukar Rupiah diperkirakan mengalami penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut lantaran adanya kebijakan baru terkait pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan perbaikan kondisi ekonomi AS dan rilis data-data terbaru di AS harus diwaspadai yang bakal membuat laju Rupiah melemah. Namun, kebijakan BBM yang membuat investor percaya sehingga laju Rupiah kembali menguat.
"Kebetulan juga penguatan ini terjadi seiring berita akan diumumkannya kebijakan baru pemerintah terhadap harga BBM," ujar dia dalam riset hariannya, Selasa (30/12).
Menurut Reza, penerapan kebijakan subsidi BBM tersebut dapat mengurangi beban belanja akibat tingginya alokasi subsidi energi yang dilakukan pemerintah selama ini. Penerapan subsidi tetap jadi opsi terbaik untuk subsidi BBM tahun depan.
"Laju Rupiah berada di atas target level resisten Rp 12.462. Penguatan yang terjadi memang belum mengkonfirmasi penguatan lanjutan namun, jika sentimen positif masih dapat bertahan dan diimbangi dengan cenderung sidewaysnya laju USD maka laju Rupiah berkesempatan melanjutkan kenaikan. Rp 12.443-12.429 (kurs tengah BI)," kata dia.
Baca juga:
Kado Jokowi di awal tahun, harga BBM turun?
Sinyal penurunan harga BBM per 1 Januari 2015 makin kuat
Menko Sofyan: Doain saja harga BBM subsidi turun 1 Januari 2015
1 Januari 2015, pemerintah tetapkan harga baru BBM bersubsidi
Dampak kenaikan BBM mulai terasa, inflasi Desember tinggi
Kepala BPS harap harga BBM subsidi turun 1 Januari 2015