Rencana BEI Kurangi Jumlah Saham Dalam Satu Lot Terkendala Hal ini
Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fauzi, mengatakan salah satu pertimbangan BEI untuk mengecilkan satuan lot saham ialah biaya operasional (operational cost). Itu karena berdampak langsung pada frekuensi transaksi saham harian di pasar modal.
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji rencana untuk mengubah satuan lot per lembar saham dari saat ini sebanyak 100 lembar. Ada kelebihan dan kekurangan dalam rencana ini yang perlu dikaji.
Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fauzi mengatakan, dengan satuan lot saat ini, transaksi saham bagi investor sudah terbilang mudah. Oleh sebab itu, dia mengaku pihaknya kini masih mengkaji kemungkinan untuk mengurangi satuan lot menjadi lebih kecil lagi.
"Jadi kalau dibilang kesulitankah investor kita dengan lot size harga saham saat ini? Ya rasanya tidak ya. Karena dari sekitar 620 saham, kita lihat 570 yang bisa diakses dengan modal awal hanya Rp 500.000. Artinya 100 lot dengan harga saham di bawah Rp 5.000 tuh banyak," ucapnya di Gedung BEI, Selasa (8/1/2019).
Dia menambahkan, salah satu pertimbangan BEI untuk mengecilkan satuan lot saham ialah biaya operasional (operational cost). Itu karena berdampak langsung pada frekuensi transaksi saham harian di pasar modal.
"Jangan lupa tingkat biaya. Operasional cost harus dipertimbangkan juga. Semakin kecil satuan lot, makin menambah frekuensi transaksi, jadi semakin meningkatkan kegiatan operasional di back office misal Anggota Bursa (AB) atau bank kustodian untuk melakukan penyelesaian transaksi," ujarnya.
Dia pun menekankan, BEI masih akan mengkaji terutama mempertimbangkan satuan lot yang ideal untuk mempermudah kegiatan transaksi saham bagi investor kedepannya. "Namun kita tetap mengkaji mencari bentuk ideal seperti apa," tandasnya.
Sebelumnya, BEI berencana untuk mengecilkan jumlah satuan saham dalam satu lot, menjadi hanya 20-50 lembar saham. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono Widito Widodo, mengatakan hal tersebut baru akan terlaksana pada 2019 bila BEI telah selesai merealisasikan sistem penyelesaian transaksi jual dan beli saham di pasar modal, dari tiga hari (T+3) menjadi hanya dua hari (T+2).
BEI menilai penurunan satuan lot saham nantinya dapat berdampak terhadap penambahan jumlah pelaku pasar ritel, terutama bagi pihak yang secara modal tidak besar. "Ini adalah langkah untuk membuat harga saham jadi lebih terjangkau. Itu nantinya bisa ngebuat pelaku modal kecil bisa ikut bermain saham," pungkas dia.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Sentra Food Indonesia Jadi Perusahaan Pertama Melantai di Bursa Saham Pada 2019
BEI Optimis Lebih Dari 57 Perusahaan Bakal IPO di Tahun Politik
OJK Minta BEI Dorong Perusahaan Kelas Menengah Lakukan IPO
Awal Tahun 2019 IHSG Menguat 10,4 Poin
Darmin: Percepatan Penyelesaian Transaksi BEI Dahului Negara Lain
Menteri Darmin Nasution Buka Perdagangan IHSG 2019
Perdagangan Saham 2019 Resmi Dibuka, IHSG Menguat di Level 6.204