REI targetkan pertumbuhan properti tahun ini capai 12 persen
Target tersebut meningkat dari 2015 yang hanya sebesar 7 persen.
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy menargetkan pertumbuhan industri properti bisa mencapai 10-12 persen di tahun ini. Target tersebut meningkat dari 2015 yang hanya sebesar 7 persen.
Dia memperkirakan kenaikan pertumbuhan properti ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen.
Sebab, penurunan suku bunga acuan akan meningkatkan kemampuan beli masyarakat, sehingga akan memacu pertumbuhan industri properti di Indonesia.
"Kita menyambut baik, pemerintah terus berusaha suku bunga. Ini pengaruhnya bukan hanya ke real estate tapi juga ke sektor lain usaha akan lebih baik," ujar Eddy di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/3).
Selain itu, dia juga meyakini percepatan pembangunan properti melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE) juga menjadi faktor tumbuhnya bisnis properti. Meski masih harus ada sosialisasi dengan pemerintah daerah, Eddy yakin pertumbuhan akan lebih efektif dengan DIRE.
"Intinya dari DIRE dan BPHTB (Bea Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan) ini jangan lihat dari kekurangannya tapi tambahannya. Nanti pemerintah tak akan dapat apa-apa dari DIRE-nya," pungkas dia.
Baca juga:
REI: UU Tapera tak lantas buat pengembang minat bangun rumah murah
REI: Pajak investasi real estate 0,5 persen bangun ekonomi daerah
Pemerintah bakal panggil Pemda tetapkan dana investasi real estate
Insentif investasi properti, Darmin ajak diskusi empat pemda
Siap siap, pengembang segera naikkan harga rumah
Pemerintah janjikan bunga KPR 5 persen usai adanya UU Tapera