LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Raup untung besar dari jualan BBM, Pertamina & Luhut dipanggil DPR

Harga BBM yang dijual Pertamina dinilai masih mahal.

2016-08-30 14:49:14
Pertamina
Advertisement

Komisi VII DPR RI akan memanggil direksi PT Pertamina dan Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan pada Kamis (1/9). DPR berencana akan meminta klarifikasi atas laba besar PT Pertamina pada Semester 1-2016 yang mencapai Rp 23 triliun.

Banyak yang pandangan bahwa laba tersebut merupakan hasil dari penjualan BBM kepada masyarakat yang mahal, jauh atas harga keekonomian yang membebani masyarakat.

"Nanti jadi kita panggil Pertamina bersama Menteri ESDM juga, ini bakal ramai," ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR, Fadel Muhammad lewat pesan singkatnya kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (30/8).

Advertisement

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) meraih laba bersih sebesar USD 1,83 miliar atau sekitar 23 triliun pada semester I-2016. Angka ini Naik 221 persen ketimbang periode sama tahun lalu. Hal ini justru menuai keprihatinan di lingkungan DPR.

"Itu yang akan kita klarifikasi laba Pertamina. Kasihan masyarakat harus menanggung beban di atas keuntungan Pertamina, kita akan luruskan hal ini."

Sejak pertengahan 2014, harga minyak telah menurun hingga lebih dari 60 persen. Namun faktanya harga BBM yang dijual Pertamina tidak turun sebesar itu.

Advertisement

Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan pengalihan BBM subsidi ke sektor yang lebih tepat seperti kesehatan dan lainnya, harga BBM sempat menyentuh angka Rp 8.500 per liter (bensin) dan Rp 7.500 per liter (solar) di bulan November 2014, saat ini BBM subsidi tersebut dijual Rp 6.550 per liter (bensin) dan Rp 5.250 per liter (solar).

Dengan harga BBM di kisaran Rp 6.550 per liter, keuntungan Pertamina dari hasil penjualan BBM memang besar. Dengan asumsi rata-rata harga minyak sebesar USD 40 per barel, dengan kurs Rp 13.200 per USD, harga minyak menjadi Rp 528.000 per barel.

Jika satu barel setara dengan 160 liter BBM, minyak mentah itu dibeli hanya Rp 3.300 per liter. Dengan menghitung biaya produksi minyak mentah ke BBM yang sebesar 25 persen, biaya produksi satu liter BBM hanya Rp 4.125 per liter.

Tingginya harga BBM juga pernah disebut Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati. Enny menilai PT Pertamina menikmati untung besar saat harga minyak dunia anjlok hingga USD 30 per barel. Harusnya, anjloknya harga minyak ini diikuti dengan turunnya harga BBM.

"Keuntungan Pertamina saat harga minyak turun drastis ini sangat luar biasa. Bahwa ada kerugian di hulu iya, namun selama ini juga tidak transparan berapa sebenarnya keuntungan yang didapat. Apakah keuntungan itu juga dirasakan rakyat? Rakyat malahan jadinya yang mensubsidi Pertamina," jelas Enny di Jakarta, Senin (22/2) lalu.

Enny menambahkan Pertamina harusnya melaporkan ke publik terkait penjualan BBM tersebut. Menurut dia, Pertamina sangat tidak transparan. Padahal, dengan menjual harga tinggi di atas harga kewajaran, mereka bisa mendulang untung besar.

Baca juga:
Bos Pertamina masih kaji besaran harga gas yang bisa diturunkan
Semester I-2016, Pertamina bukukan laba bersih USD 1,83 miliar
Pertamina hemat biaya operasi hulu USD 595 juta
Semester I-2016, Pertamina jualan BBM 31,6 juta kiloliter
Pertamina yakin penjualan Bright Gas terus meningkat
Kinerja moncer, Pertamina dinilai layak pimpin holding energi
DPR: Rencana holding Pertamina-PGN tergesa-gesa

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.