Raja Salman ke RI, Pertamina bakal tawarkan proyek kilang Bontang
PT Pertamina berencana akan menawarkan Saudi Aramco untuk membangun kilang baru di Bontang. Hal ini sejalan dengan datangnya Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz ke Indonesia pada Maret 2017 mendatang.
PT Pertamina berencana akan menawarkan Saudi Aramco untuk membangun kilang baru di Bontang. Hal ini sejalan dengan datangnya Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz ke Indonesia pada Maret 2017 mendatang.
Seperti diketahui, Pertamina telah mengumumkan sekaligus mengundang perusahaan-perusahaan yang memiliki kompetensi untuk menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan megaproyek GRR Bontang baik dari refiner, trading company, maupun institusi finansial.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, kerja sama tersebut tentunya harus melalui penilaian terlebih dahulu sama seperti calon investor lainnya.
"Ini kan kita project expose mencari patner dan kita akan buka kesempatan seluas-luasnya. Nanti akan kita sharing secara detail," ujar Hardadi di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (24/2).
Dia menegaskan tidak ada calon investor yang diperlakukan istimewa dalam penggarapan proyek tersebut. Pertamina membuka kesempatan yang sama bagi berbagai negara maupun perusahaan asal sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Raja Salman ini kan mewakili entitas Saudi Aramco. Semua kita berikan kesempatan, Saudi Aramco, dan lain-lain," imbuhnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah membatalkan kerja sama dengan Saudi Aramco dalam pembangunan dua proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau kilang. Pembatalan tersebut disebabkan karena tidak adanya ketidaksepakatan kedua pihak dalam penyelesaian pembangunan proyek.
Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi mengatakan, dua kilang yang dimaksud adalah kilang Balongan di Jawa Barat, dan kilang Dumai di Riau. Rachmad mengatakan, kesepakatan tidak tercapai sebab Pertamina menginginkan penyelesaian bisa dilakukan lebih cepat.
"Semua itu kan tergantung situasi dan kondisi. Saat penandatanganan joint venture agreement dari 2 CEO, sudah ada kesepakatan untuk mengejar waktu yang dilakukan dalam 2 tahap. Akhirnya karena tidak sepakat, Pertamina jalankan sendiri," ujar Rachmad di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin (30/1).
Baca juga:
50 Perusahaan minat buka kilang baru di Bontang
Jokowi bakal pilih bos Pertamina pekan depan
Menteri Jonan resmikan proyek kilang Pertamina Rp 1,7 triliun
Pertamina buka lowongan kerja untuk lulusan D3 dan S1
Menteri Rini tegaskan belum ada usulan untuk dirut baru Pertamina
2016, penghematan Pertamina lampaui target
Pertamina: Kafe elite di Kemang banyak gunakan elpiji subsidi