Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina: Kafe elite di Kemang banyak gunakan elpiji subsidi

Pertamina: Kafe elite di Kemang banyak gunakan elpiji subsidi Elpiji 3 kg buat orang miskin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina mengakui adanya kebocoran distribusi elpiji bersubsidi 3 kilogram (Kg) di beberapa daerah. Bahkan, kafe di kawasan elit Kemang masih banyak menggunakan elpiji untuk rakyat miskin ini.

"Peningkatan konsumsi lebih disebabkan konsumen yang tidak tepat sasaran. Seperti di kafe-kafe Kemang, banyak itu menggunakan elpiji bersubsidi," ujar VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, saat ditemui di Jakarta, Senin (13/2).

Pertamina mencatat, sepanjang 2016, konsumsi elpiji bersubsidi naik 7,9 persen sebelum audit. Dari 9,89 juta kiloliter (KL) di 2015 menjadi 10,67 juta KL di 2016.

"Secara total, konsumsi LPG PSO dan Non PSO, sebesar 12,09 juta KL atau naik 6,3 persen dari 2015," tuturnya.

Sementara, untuk konsumsi komoditas lain, seperti bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Premium, Pertamina mencatat turun 8,4 persen sebelum audit. Dari 26,94 juta KL di 2015 menjadi 24,69 juta KL di 2016.

"Secara total, dari penugasan sampai aviasi, konsumsi BBM mengalami kenaikan sebesar 2,8 persen. Dari 61,80 juta KL di 2015 sampai 64,63 juta KL di 2016," jelasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP