Putus rantai pasok pangan, pemerintah manfaatkan 20.000 koperasi
Nantinya, koperasi dan UKM ini bisa mendapatkan pasokan langsung dari produsen sehingga harga bisa ditekan.
Menteri Perindustrian Saleh Husin menjamin penyebaran pangan secara merata di berbagai daerah guna menstabilkan harga pangan. Dengan demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala daerah dan produsen pangan di seluruh daerah.
"Kami mengimbau kepada kepala daerah dan produsen minyak goreng, bagaimana sampai ke konsumen dengan harga wajar. Juga produk lainnya untuk kebutuhan sehingga kerjasamanya akan dilakukan terus menerus," ujar Saleh di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (10/6).
Selain itu, pemerintah juga akan memanfaatkan sebanyak 20.000 koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Nantinya, koperasi dan UKM ini bisa mendapatkan pasokan langsung dari produsen sehingga harga bisa ditekan.
"Kita tetap perhatikan sisi pelaku usaha distribusi koperasi dan juga yang mata rantai perpendek dari produsen dengan konsumen dengan harga-harga yang wajar," kata dia.
Untuk menstabilkan harga pangan, Kementerian Perindustrian bertanggungjawab dalam mengembangkan industri pangan primer dan olahan komoditas pangan, serta koordinasi pelaku industri.
"Kami di sektor pengolahannya tentu bagaimana setelah olah ini barangnya dijual, dari pabrikan akan sampai ke konsumen ini rantainya terlalu panjang. Inilah ide dari pertemuan ini yang melibatkan pihak terkait bagaimana kita memangkai rantai pasok agar harga di konsumen benar-benar harga yang realistis," pungkas dia.
Baca juga:
DPR dukung Polri bentuk satgas pengendalian harga sembako
KPK gandeng KPPU berantas mafia barang pangan
KPPU mulai endus kartel mafia pangan jelang Lebaran
Ketua KPPU: Jokowi pesan tindak tegas pelaku kartel, matikan!
Fahri Hamzah: Harga pangan naik bukti tak becusnya menteri Jokowi
Kepolisian bakal selidiki dugaan penyimpangan kenaikan harga pangan
Jokowi ingin harga daging Rp 80.000, pedagang minta kartel dibasmi