KPPU mulai endus kartel mafia pangan jelang Lebaran
Merdeka.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tidak membantah adanya kartel pangan yang juga meresahkan seperti kartel daging. KPPU menilai persoalan rantai distribusi panjang berpotensi adanya mafia pangan. Mereka akan membuat persekongkolan menentukan harga.
"Karena rantai distribusi yang sangat panjang juga membuat potensi persekongkolan, potensi praktik kartel atau mafia ini sangat besar," ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Jakarta, Selasa (7/6).
Persoalan distribusi ini, kata Syarkawi, terjadi pada beberapa komoditi, seperti minyak goreng. Syarkawi sendiri mendapati kartel mafia pangan saat mengunjungi sebuah pabrik minyak, harganya terpantau turun.
"Misalnya harga minyak goreng, saya datang kemarin ke pabrikan, harga minyak turun 5,5 persen tapi anomalinya harga kok di pasar malah naik. Artinya ada persoalan di rantai distribusi," kata dia.
Untuk itu, lanjut Syarkawi, penyederhanaan rantai distribusi pangan harus menjadi isu harus segera dituntaskan. Adapun, KPPU sudah melakukan sidak di berbagai wilayah untuk memantau harga pangan. Kendati demikian, persoalan di tiap wilayah pasti berbeda.
"Sehingga penyederhanaan rantai distribusi menjadi isu yang sangat penting atau strategis. Penting untuk segera kita kerjakan," tutur dia.
"Saya bahkan sudah sidak mulai Jambi, Medan, Balikpapan, Makassar, Surabaya, turun langsung, pantau pergerakan harganya. Memang persoalan harga di berbagai daerah itu sangat bervariasi sehingga memang menyelesaikannya juga tidak mungkin langsung satu kebijakan," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya