PTPN Group Raup Untung Rp6,39 Triliun, Naik 81 Persen
Capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Tahun Buku 2025 kepada pemegang saham. Kinerja 2025 menunjukkan hasil transformasi perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, penguatan fundamental bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik.
PTPN Group membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,39 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA operasional, penjualan, arus kas operasional, serta penguatan struktur permodalan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7).
Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari meningkatnya tingkat kesehatan perusahaan. Sejak tahun 2021, PTPN Group terus menunjukkan penguatan fundamental melalui perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, serta peningkatan kualitas operasional hingga mencapai peringkat A (Stable) pada tahun 2025–2026.
Kontribusi Perusahaan
Sejalan dengan peningkatan kinerja, PTPN Group juga terus memperkuat kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan Program TJSL sebesar Rp103,15 miliar, yang terdiri atas Program Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp84,20 miliar serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp18,95 miliar.
Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan TJSL PTPN Group terus diarahkan pada pendekatan impact-driven, sehingga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan Nasional.