PT MRT Jakarta lakukan survei jumlah penumpang untuk tentukan tarif
Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiiliam Sabandar mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan Ridership Survey, untuk memperkirakan jumlah penumpang setiap hari. Survei tersebut juga akan menjadi bahan masukan bagi PT MRT terutama Pemerintah DKI Jakarta dalam rangka penetapan tarif MRT.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiiliam Sabandar mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan Ridership Survey, untuk memperkirakan jumlah penumpang setiap hari.
"Survey willingness to shift dan willingness to pay dari 25 Oktober selama 14 hari," ungkapnya di Kantor MRT, Jakarta, Selasa (31/10).
Menurutnya, survei tersebut juga akan menjadi bahan masukan bagi PT MRT terutama Pemerintah DKI Jakarta dalam rangka penetapan tarif MRT. Adapun, PT MRT menetapkan tarif komersial sebesar Rp 20.000.
"Tarif komersial kita Rp 20.000 ya. Tinggal kita tunggu survei, lalu Pemerintah (DKI Jakarta) akan memutuskan subsidinya berapa. Nanti Pemerintah lihat benar enggak komersial begini nanti dilihat ya surveinya," kata dia.
"Kita kasih juga (penentuan tarif), tapi keputusan ada di Pemerintah (DKI Jakarta)," tambahnya.
Meskipun demikian, dia belum bisa menginformasikan hasil survei tersebut, mengingat masih sedang berjalan. "Setelah 8 November akan ditentukan lagi. Dikumpulkan sekaligus baru dilihat secara lengkap," tandasnya.
Baca juga:
Sejak ada proyek MRT, omzet pemilik ruko di Fatmawati turun drastis
Bos MRT sebut seluruh jalur dari Lebak Bulus ke Bundaran HI sudah tersambung
Sandiaga sebut Jokowi minta buat taman di atas MRT
Putusan MA dan cerita Anies lobi warga di Fatmawati buat lahan MRT
Anies siap eksekusi putusan MA soal nilai ganti rugi lahan MRT
Pemprov menang di MA, ganti rugi lahan di Fatmawati Rp 30 juta per meter