PT Artajasa Pembayaran Elektronis gagal melantai di bursa saham, ini kata bos BEI
Jadi bukan batal atau nggak batal. Setiap emiten punya keputusan masing-masing. Saya kurang tahu alasan sebenarnya. Opsi pendanaan lain bisa saja, misal dari pada go public, kamu pre-IPO saya dulu, baru go public. Itu hak mereka, jadi bukanlah hal negatif," ujar dia.
Perusahaan penyedia layanan transaksi elektronik, PT Artajasa Pembayaran Elektronis gagal melakukan Penawaran Saham Perdananya (Innitial Public Offering/IPO) di bursa saham pada bulan ini.
Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengatakan, kegagalan tersebut bukanlah menandakan ada hal negatif.
"Jadi bukan batal atau nggak batal. Setiap emiten punya keputusan masing-masing. Saya kurang tahu alasan sebenarnya. Opsi pendanaan lain bisa saja, misal dari pada go public, kamu pre-IPO saya dulu, baru go public. Itu hak mereka, jadi bukanlah hal negatif," ujar dia di Gedung BEI (27/3).
Tito menjelaskan bahwa PT Arjasa Pembayaran Elektronis telah menyampaikan surat kepada pihak BEI terkait pencatatan pendahuluan.
"Sudah. Jadi selalu ada pencatatan dan pendahuluan, segala macam. Reasons (alasan) sebenarnya kita tanya secara informal saja," tuturnya.
"Namun untuk pembatalan IPO ini secara formal saya kurang tahu apakah mereka sudah menyampaikan pada kami apa belum. Karena pada dasarnya, kadang-kadang, dia nggak terusin, tapi tiba-tiba diterusin lagi. Ini kan boleh," tambah dia.
Diketahui, PT Artajasa Pembayaran Elektronis akan melepas sekitar 20 persen sahamnya kepada publik. Adapun penjamin emisi efek utama adalah PT CLSA Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
April 2018, BEI keluarkan 3 indeks saham baru
Melantai perdana, HELI lepas 250 juta saham baru
Donald Trump picu perang dagang, pasar saham Asia dan IHSG kompak anjlok
Tarif tol diminta turun, saham Jasa Marga melemah 4 persen
Laba Indocement 2017 turun 51,9 persen menjadi Rp 1,85 triliun