Profl Lengkap Muhammad Yusuf Ateh, Dilantik Presiden Prabowo Jadi Kepala BPKP
Perjalanan karir Ateh dimulai ketika dia menjabat sebagai auditor STAN sebelum dia melanjutkan gelar Masternya di University of Adelaide.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Muhammad Yusuf Ateh menjadi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/2). Yusuf Ateh sebelumnya merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKP.
Dia pun pernah menjabat sebagai Kepala BPKP pada tahun 2020-2024.
Selain itu, Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet perdana di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2). Menteri yang direshuffle yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Posisi Satryo pun digantikan Brian Yuliarto yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Penggantian Satryo tertuang dalam Keppres nomor 26P Tahun 2025.
Profil Muhammad Yusuf Ateh
Muhammad Yusuf Ateh atau akrab dipanggil Pak Ateh lahir Jakarta pada 9 Agustus 1946. Dia mengenyam pendidikan Diploma Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Lalu menempuh studi Masternya di University of Adelaide Autralia jurusan Business Administration pada tahun 2001.
Tidak puas, dia lalu melanjutkan gelar doktornya di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil jurusan Administrasi Negara.
Perjalanan karir Ateh dimulai ketika dia menjabat sebagai auditor STAN sebelum dia melanjutkan gelar Masternya di University of Adelaide.
Ateh lalu melanjutkan jenjang karirnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN-RB) hingga tahun 2009. Selama di KemenPAN-RB dia menjabat di beberapa posisi. Seperti Kepala Pemantauan dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Aparatur Wilayah Timur II pada Deputi Akuntabilitas Aparatur di Tahun dan Inspektur dan Deputi Reformasi birokrasi, Akuntabilitas, dan Pengawasan.
Setelah di KemenPAN dia melanjutkan karirnya di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Di Peruri dia menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas pada tahun 2019.
Lalu di tahun 2020 Jokowi melantik Ateh sebagai Kepala BPKP lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29/TPA Tahun 2020 Tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Tetap di Lingkungan BPKP.
Diketahui BPKP memiliki andil besar dalam menghitung total kerugian negara dari kasus korupsi.
Seperti pada kasus pengadaan infrastruktur Base Tranciver Station (BTS) jaringan 4G yang menjerat nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate dan Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi yang rugika negara hingga Rp 8,03 triliun.