LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Produksi minyak anak usaha Pertamina lampaui target

Di Juni ini saja, produksi minyak PHE mencapai 64.327 barel per hari.

2016-09-07 14:22:55
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menurunkan target produksi minyaknya pada 2016 dari sebelumnya 63.503 barel per hari (bph) menjadi 61.305 bph. Hal ini dilakukan karena masih belum stabilnya harga minyak dunia.

Presiden Direktur PHE, Gunung Sardjono Hadi mengungkapkan, penurunan target produksi tersebut nyatanya mampu membuahkan hasil. Sebab, sampai akhir tahun nanti, produksi minyak diprediksi mencapai 63.503 bph atau melebihi dari target yang sudah direvisi sebesar 61.305 bph.‎

"Sampai akhir tahun target 63.503 bph atau 104 persen di atas target yang kita tentukan. ‎Tapi di Juni ini produksi sudah 64.327 bph," kata Gunung di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (7/9).

Advertisement

Pihaknya juga melakukan efisiensi dengan melakukan pemotongan biaya seperti efisiensi dan reschedule, seiring revisi produksi minyak yang dilakukan‎ perseroan. "Jadi ada penurunan investasi dari total USD 1,7 juta, menjadi USD 1 juta. Meski kita melakukan efisiensi tapi produksi kita jaga," ucapnya.

Sementara itu, produksi gas justru berbanding terbalik dengan produksi minyak. Dari target sebesar 733,83 juta kaki kubik (MMSCFD), saat ini perusahaan plat merah tersebut produksinya masih sebesar 728 MMSCFD.‎‎

"Untuk gas juga cukup bagus. Sekarang year to date 728 MMSCFD. Diharapkan mencapai 733,83 MMSCFD di akhir tahun," tuturnya.

Advertisement

Masih rendahnya produksi, kata Gunung, disebabkan oleh banyaknya pembeli gas yang membatalkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang sudah ditandatangani. Hal ini membuat pihaknya pesimis sampai akhir tahun target produksi gas tercapai.‎

"Pencapaian ini lebih didominasi masalah demand, khususnya di Jambi Merang. Jadi tidak bisa terkejar (target) sampai akhir tahun karena ini terkait PJBG, terkait pasar," tandasnya.

Baca juga:
Pengadaan barang proyek Rp 13 T milik Pertamina dimulai Oktober 2016
ESDM: Pertamina tak bisa paksa masyarakat pakai Pertalite
Pertamina dinilai paling siap garap proyek PLTU Jawa 1
Pertamina: Posisi presiden direktur Pertagas masih kosong
Tongkang dipenuhi gas beracun, polisi sulit ungkap penyebab ledakan
Menteri Rini masih kaji penambahan 2 direksi Pertamina
Laba melonjak, Pertamina diminta lakukan ekspansi bisnis

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.