Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM: Pertamina tak bisa paksa masyarakat pakai Pertalite

ESDM: Pertamina tak bisa paksa masyarakat pakai Pertalite Pertalite. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Direktur Jenderal M‎inyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menyatakan Pertamina tak diperbolehkan memaksa masyarakat untuk menggunakan Pertalie. Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium harus tetap ada sampai nanti tidak diminati masyarakat.

"Kalau memang masyarakat menggunakan Pertalite kan bagus. Tapi bukan dipaksa Premium nya tidak ada di satu SPBU terus jadi terpaksa beli Pertalite, itu yang tidak boleh. Saat ini premium harus ada di SPBU," ungkapnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (6/9).

Rencana penghapusan Premium muncul dalam rangka mendukung penggunaan energi bersih atau clean energy serta mengurangi impor BBM. Untuk itu, Wirat meminta agar penghapusan Premium dilakukan secara bertahap. ‎‎

‎"Jadi Premium ini kan tidak memenuhi Euro 4. Nah pelan-pelan kita akan mulai hilangkan. Tetapi secara natural bukan dipaksa," tuturnya.‎

Pihaknya mengaku senang saat ini penjualan Premium mengalami penurunan. Sebab, rencana pemerintah untuk menghapus Pre‎mium secara perlahan bisa terlaksana.

Tercatat, pejualan Pertalite pada semester I 2016 mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,9 persen menjadi 15,8 persen. Sementara, penjualan Premium‎ mengalami penurunan dari sebelumnya 87,4 persen menjadi 68,7 persen.

Selain itu, Wirat juga membantah jika ada SPBU yang memangkas jumlah nozzle Pre‎mium secara paksa. "Itu mungkin strategi di lapangan saja. Bilang lah di satu SPBU ada tiga lorong, satunya Solar dan dua Premium. Tapi karena ada Pertalite, jadi satunya dipakai buat Pertalite. Outlet memang berkurang tapi kuotanya tetap dan tidak boleh berkurang," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP