Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina dinilai paling siap garap proyek PLTU Jawa 1

Pertamina dinilai paling siap garap proyek PLTU Jawa 1 PLTU Muara Tawar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) dinilai jadi konsorsium paling siap untuk menggarap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 senilai Rp 26,4 triliun. Pertamina telah menggandeng tiga perusahaan multinasional yang berasal dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

"Punya pengalaman memang penting, tapi kalau secara finansial tidak cukup dan teknisnya kurang mumpuni, kan kurang juga. Pertamina dan mitranya saya kira punya pengalaman dan juga finansial yang cukup untuk menggarap proyek PLTGU Jawa 1," ujar Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro seperti dilansir Antara, Senin (5/9).

Berdasarkan Laporan Keuangan Pertamina per semester I 2016 kas perseroan sebesar USD 5,08 miliar. Angka ini naik 63,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 3,11 miliar.

Pertamina mengikuti tender PLTGU Jawa 1 dengan kapasitas 2x800 megawatt (MW) yang ditutup pada 25 Agustus 2016. Pertamina akan bersaing dengan PT Medco Power Generation Indonesia, PT Adaro Energy Tbk, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Pembangkitan Jawa Bali (anak usaha PLN).

Direktur Institute for Essential Service Reform Fabby Tumiwa, mengatakan keempat peserta lelang tampaknya mempunyai kemampuan dan kapasitas yang relatif seragam sehingga mempunyai kesempatan yang sama.

"Dalam pelelangan seperti ini, keputusan pemenang seharusnya ditentukan berdasarkan penawaran terbaik, yang mencakup antara lain seperti harga, kemampuan untuk delivery, dan kesiapan pendanaan," kata Fabby.

Menurut Fabby, PLN harus memperlakukan seluruh bidder secara sama dan proses penentuan keputusan dilakukan berdasarkan penilaian-penilaian tersebut diatas dan kriteria lainnya yang disebutkan pada dokumen tender. Memang salah satu aspek yang perlu diteliti benar oleh PLN adalah ketepatan waktu pembangunan.

"Jika bidder sudah memiliki lahan, tentunya salah satu keuntungan tersendiri tapi bukan satu-satunya aspek yang menentukan keputusan pemenang tender," tegasnya.

Fabby menambahkan Pertamina harus menawarkan teknologi terbaik dan harga yang lebih bersaing, apalagi jika sudah mempunyai lahan. Sesuai Request For Proposal (RFP) dari PLN yang dibuat oleh konsultan Ernst & Young sebagai kuasa PLN untuk melelang pekerjaan PLTGU Jawa 1, dengan rencana titik serah listrik bisa dilakukan di dua titik, yaitu Muara Tawar, Bekasi dan Cibatu Baru (dekat dengan Cilamaya), Karawang, Jawa Barat.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP