Presiden Jokowi minta masyarakat bijak pakai dana pinjaman
Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat untuk menempatkan dana untuk kegiatan produktif, misalnya tambahan modal usaha. Presiden menjelaskan sertifikat bisa dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman di perbankan. Dia melarang jika dana pinjaman digunakan untuk hal konsumtif.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk menempatkan dana untuk kegiatan produktif. Hal ini disampaikan saat penyerahan sertifikat tanah masyarakat di Sumatera Utara.
Presiden menjelaskan sertifikat bisa dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman di perbankan. Dia melarang jika dana pinjaman digunakan untuk hal konsumtif.
"Kebiasaan masyarakat kita, dapat pinjaman Rp 350 juta, Rp 100 jutanya untuk beli mobil. Muter-muter di kota. 6 Bulan hilang ini sertifikat," ujarnya, Senin (27/11).
Presiden menegaskan, dana pinjaman sebaiknya diinvestasikan di hal produktif. Semisal, tambahan modal usaha. "Pakai dana pinjaman 100 persen untuk modal usaha. Nanti kalau sudah untung, tabung, baru beli mobil," tuturnya.
Seiring perkembangan pemakaian internet di Indonesia, semakin banyak pula jasa penawaran pinjaman online. Pinjaman yang ditawarkan melalui saluran online ada berbagai macam jenis.
Ada yang menawarkan dalam bentuk pusat transaksi pinjam meminjam (marketplace peer to peer lending), ada juga yang berbentuk tawaran pinjaman langsung, juga tawaran apply pinjaman KTA secara online.
Baca juga:
Hindari beban bunga tinggi, dana KUR tak diberikan sekaligus
Ditjen Pajak sosialisasi ke perguruan tinggi tingkatkan pemahaman pajak
Ekspor pakaian Bali meroket 23,70 persen di September 2017
Wapres JK sebut transmigrasi solusi dari program reforma agraria
Kontribusi industri Indonesia kalahkan negara besar dunia, mulai Inggris sampai AS
5 Fakta kenaikan tarif belasan ruas tol tahun ini
Mulai Februari 2018, pemerintah tindak tegas taksi online tak sesuai aturan