Presiden Jokowi Kumpulkan Pejabat Ekonomi Bahas Pelemahan Yuan, ini Hasilnya
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pemerintah membahas dinamika pelemahan kurs mata uang China, Yuan. Pelemahan Yuan, menurutnya, akan berdampak pada sejumlah sektor ekonomi RI. Menurut dia, faktor fundamental perekonomian Indonesia untuk dapat bertahan dan tumbuh di atas 5 persen yakni dari investasi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pemerintah membahas dinamika pelemahan kurs mata uang China, Yuan. Pelemahan Yuan, menurutnya, akan berdampak pada sejumlah sektor ekonomi RI.
"Pertama, transmisi dari pengaruh global ini suka atau tidak suka pasti akan terasa. Entah dalam bentuk nilai tukar Rupiah kita akan terpengaruh, indeks harga saham kita, 'bonds yield' kita, SBSN kita, itu semuanya akan terpengaruhi," kata Menteri Sri Mulyani seperti dikutip dari Antara usai menghadiri rapat tertutup bersama Presiden Joko Widodo di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8).
Menurut dia, faktor fundamental perekonomian Indonesia untuk dapat bertahan dan tumbuh di atas 5 persen yakni dari investasi. Menteri Sri Mulyani menjelaskan investasi yang dapat memberikan modal masuk besar jadi tugas yang masih harus diselesaikan pemerintah.
"Kemudian bagaimana kita tetap memperbaiki daya kompetisi kita. Supaya kemudian kita tidak terlalu mudah terombang-ambing dengan perubahan lingkungan," jelas Menkeu.
Dalam rapat tersebut turut hadir antara lain Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang membahas dinamika maupun implikasi devaluasi mata uang Yuan yang mencapai 7 Yuan per USD.
"Kita menyampaikan keseluruhan dan juga risiko yang lain seperti dinamika dari kebijakan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, yakni antara 'Federal Reserve', kemudian 'Trade Policy'-nya President Trump. Dan juga risiko yang muncul dari beberapa negara 'emerging' lain, seperti Argentina, Brazil, Meksiko, Hongkong," kata Menkeu.
Sebelumnya kurs tengah nilai tukar mata uang China, renminbi atau Yuan, melemah 75 basis poin menjadi 7,0211 terhadap Dolar AS pada Senin (12/8/2019), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.
Baca juga:
Sri Mulyani Dukung Instrumen Fiskal Tekan Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan
Presiden Jokowi akan Keluarkan Perpres Terkait Kenaikan Iuran BPJS
Pro Kontra Tax Amnesty Jilid II
Wapres JK Ingatkan Menko Darmin dan Sri Mulyani Soal Krisis Ekonomi 10 Tahunan
Menteri Sri Mulyani Sebut Reformasi Birokrasi Kunci Lejitkan Pertumbuhan Ekonomi
Sri Mulyani Buka-bukaan Penyebab di Balik Melambatnya Investasi
Menteri Sri Mulyani Yakin Investasi Lebih Bertenaga di Kuartal III