PNM Gencarkan Program Mekaarpreneur Naik Kelas, Dorong Usaha Ultra Mikro Jawa Timur
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menggenjot program Mekaarpreneur Naik Kelas untuk mengembangkan usaha ultra mikro di Jawa Timur, memberikan pelatihan dan pembinaan agar nasabah naik kelas.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara aktif menggencarkan program "Mekaarpreneur Naik Kelas" di Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung serta mengembangkan para pelaku usaha ultra mikro di wilayah tersebut. Program ini menjadi fasilitas penting bagi nasabah PNM untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Program pembinaan dan pelatihan ini dirancang untuk membantu nasabah PNM agar usaha mereka dapat berkembang lebih pesat. Pelaksanaan program ini telah berlangsung selama tiga bulan di Jawa Timur. Sebanyak 60 nasabah telah mengikuti berbagai sesi pelatihan, baik secara daring maupun luring.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM, Okto Wibisono, menjelaskan bahwa program ini merupakan alat penting. Tujuannya adalah untuk mendorong pelaku usaha ultra mikro agar naik kelas. Ini mencakup peningkatan dari sisi pemasaran hingga kualitas produk yang dihasilkan.
Mekaarpreneur Naik Kelas: Pembinaan Komprehensif untuk UMKM
Program "Mekaarpreneur Naik Kelas" dirancang sebagai fasilitas pembinaan dan pelatihan bagi nasabah PNM. Ini mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari strategi pemasaran hingga peningkatan kualitas produk. PT PNM mendorong nasabah unggulan dari berbagai cabangnya di Jawa Timur untuk berpartisipasi.
Di Jawa Timur, program ini telah berjalan selama tiga bulan dengan partisipasi awal 60 nasabah. Mereka mengikuti sesi pelatihan secara luring dan daring, menunjukkan fleksibilitas program. Dari jumlah tersebut, 30 peserta terpilih untuk tahapan selanjutnya.
Puncak acara program ini melibatkan 16 peserta yang produknya telah dikurasi oleh tim dari Institut Asia, Kota Malang. Kurasi ini memastikan bahwa hanya produk dengan potensi terbaik yang maju ke tahap akhir. Proses seleksi ketat ini bertujuan untuk menghasilkan pelaku usaha ultra mikro yang benar-benar siap bersaing.
Tiga pemenang akhirnya terpilih dari 16 peserta tersebut, terdiri dari dua usaha kuliner dan satu kerajinan (craft). PNM fokus pada pinjaman ultra mikro, dengan besaran mulai dari Rp2 juta hingga maksimal Rp15 juta. Ini menunjukkan komitmen PNM dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil.
Dampak Positif dan Pertumbuhan PNM Mekaar di Seluruh Indonesia
Program "Mekaarpreneur Naik Kelas" di Jawa Timur merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh PT PNM pada tahun ini. Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ini menunjukkan skala dan komitmen PNM dalam mengembangkan UMKM di berbagai provinsi.
Salah satu pemenang, Imroatus Sofia, pemilik usaha kerupuk udang sangrai dari Bangkalan, Madura, merasakan manfaat besar dari program ini. Ia menyatakan bahwa "Mekaarpreneur Naik Kelas" menjadi wadah efektif untuk meningkatkan kualitas produknya. Imroatus memulai dengan pinjaman Rp2 juta dan kini telah mencapai Rp9 juta.
Selain Imroatus, pemenang lainnya adalah Aulia Rahmawati, pengusaha tas daur ulang, dan Leli Irmawati, pengusaha kue nastar semanggi. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata efektivitas program PNM Mekaarpreneur. Mereka mewakili beragam sektor usaha ultra mikro yang didukung PNM.
Hingga saat ini, jumlah nasabah aktif PT PNM di seluruh Indonesia telah mencapai 16 juta pelaku usaha mikro. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sekitar 1 juta nasabah dari periode sebelumnya di tahun 2024. Sejak 2015 hingga 2025, PNM telah menyalurkan kredit usaha sebesar Rp361 triliun melalui PNM Mekaar.
Sumber: AntaraNews