PLN Tambah Daya 2,18 MVA, Perkuat Operasional Terminal Petikemas Sorong
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat meningkatkan kapasitas listrik sebesar 2,18 MVA untuk mendukung operasional Pelindo Terminal Petikemas Sorong, memastikan logistik lebih efisien dan ramah lingkungan di Papua Barat Daya.
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong, telah melakukan penambahan kapasitas daya listrik. Penambahan daya sebesar 2,18 MVA ini ditujukan untuk mendukung penuh operasional Pelindo Terminal Petikemas Sorong di Papua Barat Daya.
Langkah strategis ini menjadi bentuk nyata dukungan PLN dalam memperkuat keandalan infrastruktur logistik dan memperlancar arus barang di kawasan timur Indonesia. Elektrifikasi operasional pelabuhan ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian regional.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyatakan bahwa pasokan listrik berskala besar ini merupakan fondasi penting. Hal ini krusial dalam mendukung pengembangan konsep pelabuhan ramah lingkungan serta mendorong efisiensi operasional.
Dukungan PLN untuk Infrastruktur Logistik Modern
Penambahan daya listrik sebesar 2,18 MVA dari PLN ini memiliki peran vital dalam modernisasi Terminal Petikemas Sorong. Sebelumnya, terminal ini mengoperasikan dua unit container crane miliknya menggunakan genset mandiri. Dengan adanya pasokan listrik dari PLN, operasional alat berat tersebut kini sepenuhnya terelektrifikasi.
Roberth Rumsaur menegaskan, “Pasokan listrik berskala besar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan konsep pelabuhan ramah lingkungan.” Ketersediaan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan dari PLN kini siap menggerakkan operasional Terminal Petikemas Sorong. Ini merupakan langkah maju menuju era pelabuhan modern yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kehadiran pasokan listrik ini juga merupakan komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mendukung kawasan strategis nasional di wilayah Pelindo Terminal Petikemas Sorong. Pelabuhan Sorong sendiri dikenal sebagai pintu gerbang logistik di Tanah Papua, dengan peran strategis dalam pengelolaan dan distribusi barang untuk kawasan timur Indonesia.
Efisiensi dan Keandalan Operasional Pelabuhan
Dengan suplai daya yang kini mencapai 2,18 MVA, operasional pelabuhan diharapkan semakin optimal. Ini akan menunjang aktivitas bongkar muat melalui dua unit crane yang kini telah terelektrifikasi penuh. Peralihan operasional crane ke listrik PLN akan berdampak sangat positif pada peningkatan performa layanan logistik di pelabuhan.
Terminal Head Petikemas Sorong, Welta Selfie, mengungkapkan apresiasinya kepada PLN atas penyediaan infrastruktur kelistrikan ini. Ia menjelaskan bahwa langkah ini juga bisa meningkatkan keandalan layanan logistik yang lebih modern dan ramah lingkungan. Hal ini karena Pelindo dapat menekan penggunaan genset mandiri di kawasan timur Indonesia.
“Dengan infrastruktur kelistrikan yang telah siap sepenuhnya, kami terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung kelancaran aktivitas logistik masyarakat di Papua Barat Daya,” tambah Roberth. Komitmen PLN ini selaras dengan upaya mereka dalam menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Tanah Papua, termasuk menjelang perayaan hari besar.
Komitmen Berkelanjutan PLN di Papua Barat Daya
Penambahan daya ini menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan logistik di Papua Barat Daya. Dengan pasokan listrik yang stabil, Terminal Petikemas Sorong dapat beroperasi lebih lancar dan efisien. Hal ini akan berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.
PLN terus berupaya memperkuat infrastruktur kelistrikan di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat. Ini termasuk pemeliharaan jaringan dan penyediaan pasokan listrik yang andal untuk berbagai sektor. Dukungan terhadap Terminal Petikemas Sorong ini menjadi bagian integral dari visi PLN untuk memajukan kawasan timur Indonesia melalui elektrifikasi yang merata dan berkualitas.
Pengembangan pelabuhan modern yang didukung listrik PLN akan menciptakan ekosistem logistik yang lebih berkelanjutan. Hal ini penting untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung target pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara PLN dan Pelindo ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan infrastruktur serupa di wilayah lain.
Sumber: AntaraNews