Perusahaan Inggris tawarkan bangun pembangkit listrik gelombang laut
Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku tertarik dengan tawaran itu dan berencana menindaklanjutinya.
Beberapa waktu lalu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris dan Jerman. Di sana, Menteri Rini mengaku menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan raksasa.
Dia mengaku mendapat tawaran dari perusahaan Inggris untuk pengembangan energi terbarukan. Menurut Rini, perusahaan tersebut menawarkan pada PT PLN (Persero) untuk membangun pembangkit listrik tenaga gelombang laut.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini mengaku tertarik dengan tawaran itu dan berencana menindaklanjutinya. "Kita akan follow up yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU)," ujar Menteri Rini di Jakarta, Senin (3/8).
Rini juga meminta PLN membentuk perusahaan patungan dengan Siemens. Sebab perusahaan asal Jerman tersebut memiliki turbin di Cilegon, Banten yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
"Sehingga turbin yang dibutuhkan PLN dalam skala 25 dan 50 mega watt bisa dikerjasamakan dengan Siemens," jelas dia.
Kerja sama lain, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menginginkan agar Roll Royce dan Airbus melakukan transfer teknologi. Artinya, kerja sama difokuskan memberikan keunggulan bagi perseroan.
"Misalnya, kalau kita melakukan pengadaan dalam nilai yang besar, maka kita ingin ada transfer teknologi. Seumpama maintenance dan services," ungkapnya.
Baca juga:
Sudirman Said: Inggris tertarik investasi listrik di Indonesia
ITB nilai proyek 35.000 MW tak mudah diwujudkan dalam 5 tahun
Megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW butuh Rp 1.127 triliun
Sulawesi Barat bertekad jadi penghasil energi terbesar Indonesia
Menteri Sudirman klaim megaproyek 35.000 MW mendapat dukungan global
Garap 10.000 MW, PLN minta uang pemerintah dan utang luar negeri