Perum Bulog Sulap Dedak Jadi Panganan Bergizi
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, ada produk turunan beras yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia, yaitu bekatul atau dedak. Produk tersebut sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk pakan unggas dan ikan saja.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, ada produk turunan beras yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia, yaitu bekatul atau dedak. Produk tersebut sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk pakan unggas dan ikan saja.
"Ada produk yang dihasilkan dari beras yaitu bekatul atau dedak, dulu untuk ayam dan ikan," kata Budi, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (1/11).
Untuk itu, Bulog berinovasi mengolah bekatul yang merupakan kulit ari beras menjadi tepung, sebagai bahan baku pangan karena nilainya tinggi, hal ini pun telah dilakukan negara lain. "Tentang pengolahan kita berinovasi, asing yang mengelola pangan mengonsumsi dedak, di ranch market lebih mahal dari beras," tuturnya.
Budi mengungkapkan, gizi yang terkandung dalam bekatul cukup tinggi sebab kulit ari beras mengandung vitamin dan serat yang baik. Pengolahan pun tidak hanya menjadi tepung tetapi juga produk jadi seperti kue.
"Ini punya nilai tinggi ada di kulit ari beras, saya berpikir bisa jadi produk, tidak hanya mentah ini jadi produk jadi jadi kue melalui produk tepungnya," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
10 BUMN Sinergi Bangkitkan Bisnis Merpati
Bulog Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras di Pasaran
Masuk Masa Panen, Bulog Bisa Serap 3.000 Ton Beras per Hari
Budi Waseso: Ada yang Tidak Ikhlas Bulog Dapat Titah Salurkan BPNT
Gelar Operasi Pasar, Budi Waseso Perintahkan Pejabat Bulog Turun ke Lapangan
Budi Waseso Geram Mafia BPNT Jiplak Karung Bulog untuk Jelekkan Pemerintah