Pertanggungan KUR Askrindo Tembus Rp810,3 Triliun, Dukung Jutaan UMKM
PT Askrindo mencatat total nilai Pertanggungan KUR Askrindo mencapai Rp810,3 triliun hingga Maret 2026, menegaskan komitmennya dalam mendukung inklusi keuangan dan penguatan UMKM di Indonesia.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah mencatatkan pencapaian signifikan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2026. Total nilai pertanggungan KUR yang berhasil dicapai perusahaan ini menembus angka Rp810,3 triliun sejak tahun 2007. Angka fantastis ini menunjukkan peran krusial Askrindo dalam memitigasi risiko pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.
Cakupan pertanggungan tersebut tidak hanya besar dari segi nilai, tetapi juga luas dalam jangkauan penerima manfaatnya. Lebih dari 36,8 juta debitur pelaku usaha telah merasakan manfaat dari program ini, yang menegaskan komitmen berkelanjutan Askrindo. Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan hal ini dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah.
Mahelan menegaskan bahwa partisipasi aktif Askrindo dalam program KUR merupakan bagian integral dari upaya perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mendukung inklusi keuangan serta penguatan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Askrindo terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen Askrindo dalam Mendukung UMKM
Partisipasi Askrindo dalam program KUR bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen mendalam terhadap pengembangan UMKM. Dengan total pertanggungan mencapai Rp810,3 triliun dan melayani lebih dari 36,8 juta debitur, Askrindo secara konsisten mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Mahelan Prabantarikso menyatakan, “Partisipasi aktif kami dalam program KUR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)”.
Di tengah dinamika industri asuransi, kinerja asuransi kredit Askrindo menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Asuransi kredit sendiri mencakup 70 persen dari keseluruhan portofolio perusahaan, menjadikannya lini bisnis yang sangat strategis. Proporsi besar ini mengindikasikan fokus utama Askrindo dalam menyediakan perlindungan risiko bagi sektor kredit, khususnya yang berkaitan dengan UMKM.
Meskipun rasio klaim industri secara umum berada pada level yang relatif tinggi, Mahelan menjelaskan bahwa kondisi ini justru menyoroti peran vital asuransi kredit. Industri ini berfungsi sebagai penyerap risiko pembiayaan yang efektif, terutama bagi segmen UMKM yang seringkali memiliki profil risiko lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa asuransi kredit adalah instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekosistem pembiayaan UMKM.
Ketahanan Kinerja dan Manajemen Risiko
Menanggapi kondisi pasar yang dinamis, Askrindo terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas portofolio tetap sehat dan berkelanjutan di masa mendatang. Penguatan manajemen risiko dilakukan mulai dari proses underwriting yang ketat hingga pengelolaan klaim yang efisien, demi menjaga keseimbangan operasional perusahaan.
Strategi ini memungkinkan Askrindo untuk tidak hanya menjaga stabilitas kinerja, tetapi juga menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terukur. Mahelan menegaskan, “Langkah ini memungkinkan kami menjaga stabilitas kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terukur”. Pendekatan proaktif terhadap manajemen risiko menjadi kunci keberhasilan Askrindo dalam menghadapi tantangan industri.
Kinerja perusahaan per Maret 2026 menunjukkan hasil yang positif dengan pencatatan premi sebesar Rp1,16 triliun. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sekitar 10 persen secara year-on-year (yoy), menandakan ekspansi bisnis yang solid. Pertumbuhan premi ini utamanya didorong oleh peningkatan signifikan pada lini asuransi umum, yang mencatatkan pertumbuhan hingga 44 persen.
Proyeksi Positif dan Pertumbuhan Berkualitas
Ke depan, Askrindo memproyeksikan prospek industri asuransi kredit akan tetap positif dan menjanjikan. Proyeksi ini sejalan dengan target pertumbuhan kredit perbankan yang diperkirakan berada di kisaran 8 persen hingga 12 persen pada tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor ekonomi, yang membuka peluang lebih besar bagi layanan asuransi kredit.
Namun demikian, perseroan menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar mengejar volume. Mahelan menyatakan, “Kami optimis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun kuncinya tetap pada satu hal: tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume”. Filosofi ini menjadi pedoman Askrindo dalam merencanakan strategi bisnisnya.
Sejalan dengan pertumbuhan premi, Askrindo juga melaporkan peningkatan laba perusahaan sebesar 77 persen secara year-on-year (yoy) per Maret 2026. Meskipun nilai laba yang dibukukan belum dirinci secara spesifik, peningkatan persentase ini menunjukkan efisiensi operasional dan keberhasilan strategi bisnis. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Askrindo sebagai pemain kunci dalam industri asuransi kredit di Indonesia.
Sumber: AntaraNews