Pertamina tunjuk Rekind perluas daya angkut muatan kilang Balongan
Proyek ini merupakan proyek yang sangat penting dalam upaya mendukung peningkatan operasional RU VI Balongan yang ditargetkan tuntas dalam 21 bulan terhitung sejak ditandatanganinya kontrak.
PT Pertamina (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) menandatangani kontrak proyek Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) Subsea Pipeline (SPL) and Single Point Mooring (SPM) dan Flushing System Facilities untuk kilang RU VI Balongan. Konsorsium Rekind dan InterMoor terpilih sebagai pelaksana proyek setelah melalui proses tender yang dilakukan Pertamina.
Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi mengatakan, proyek ini merupakan proyek yang sangat penting dalam upaya mendukung peningkatan operasional RU VI Balongan yang ditargetkan tuntas dalam 21 bulan terhitung sejak ditandatanganinya kontrak.
Pembangunan proyek yang berlokasi di Balongan, Indramayu, Jawa Barat ini bertujuan untuk menggantikan dan meningkatkan fasilitas loading/unloading SPM berkapasitas 150.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jaringan offshore pipeline Pertamina. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efektifitas operasional loading/unloading.
"Terpilihnya Rekind dan konsorsium sebagai pelaksana proyek ini sekaligus dapat mengukuhkan sinergi BUMN yang akan memberikan manfaat optimal bagi negara. Selanjutnya, kami mengharapkan agar proyek ini dapat dilaksanakan oleh konsorsium dengan baik, tepat waktu, tepat budget, dan tepat kualitas sehingga dapat cepat mendukung kehandalan Kilang RU VI Balongan,” ujar Rahmad di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin (10/10).
Ditempat yang sama, Direktur Utama Rekind Jobi Triananda Hasjim berharap kemampuan pihaknya dalam pembangunan industri di onshore dan offshore dapat membantu BUMN migas tersebut dalam penguatan infrastruktur terutama pada kilang-kilang milik Pertamina.
“Sebagai consortium leader, Rekind akan akan bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam membangun dan menyelesaikan proyek SPL dan SPM ini. Proyek ini akan mengintegrasikan teknologi SPM, Pipeline End Manifold (PLEM), Offshore Pipeline, Onshore pipeline dan receiving facility sebagai satu sistem yang beroperasi bersama. Pembangunan proyek di Industri offshore dan onshore merupakan salah satu keahlian dan core competencies yang Rekind miliki," kata Jobi.
Baca juga:
Fasilitas pencampur minyak Pertamina bisa perkuat ketahanan energi
Kurangi pemakaian BBM, Pertamina bakal buka toko ritel LNG di Bali
Menyedihkan, infrastruktur gas Indonesia kalah jauh dari Malaysia
Kereta api & truk Pertamina bakal disulap gunakan bahan bakar gas
Ini tanggapan Pertamina soal kilang Cilacap terbakar
Pipa pertamina di Indramayu bocor, pemotor terpanggang api
Tangki di kilang pertamina RU IV Cilacap terbakar