LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina siap borong minyak bagian kontraktor

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kilang Pertamina mampu mengelola minyak bagian Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) hasil produksi Blok migas di Indonesia. Sebab, spesifikasi minyak sesuai dengan kilang yang dioperasikan saat ini.

2018-08-15 12:30:54
Pertamina
Advertisement

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kilang Pertamina mampu mengelola minyak bagian Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) hasil produksi Blok migas di Indonesia. Sebab, spesifikasi minyak sesuai dengan kilang yang dioperasikan saat ini.

"Kemampuan kilang, ini spesifikasi minyaknya sesuai. Crude, lifting KKKS kan crude," kata Adiatma, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/8).

Saat ini kapasitas seluruh kilang yang dioperatori Pertamina mencapai 800 ribu barel, sehingga kilang yang ada saat ini sudah mumpuni mengelola seluruh minyak bagian kontrak‎tor yang dijual ke Pertamina.

Advertisement

"Hitungannya, kita kebutuhan (Bahan Bakar Minyak) 1,5 juta barel. Kilang kita 800 ribu barel," tuturnya.

‎Menurut Adiatma, dengan adanya pasokan minyak bagian kontraktor, maka Pertamina bisa mengurangi impor minyak mentah. Hal ini akan menghemat pengeluaran devisa negara dan memperkuat nilai tukar rupiah.

"Prinsipnya kan mengurangi impor bisa menyeimbangkan devisa dan nilai tukar. Ini lebih bagus. Jadi tidak perlu dikapalkan kemana-mana, langsung ditaruh ke kilang," jelas Adiatma.

Advertisement

Selain itu, transkasi jual beli minyak mentah bagian kontraktor akan menggunakan patokan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), karena minyak yang dijual berasal dari Indonesia.

‎Menurut Adiatma, patokan ICP jauh lebih rendah ketimbang patokan harga minyak di pasar internasional, dengan begitu Pertamina bisa mendapat minyak dengan harga yang lebih murah dibanding membeli minyak impor. Selain itu, perusahaany juga bisa memangkas biaya transportasi, karena minyak yang dibeli jaraknya jauh lebih dekat.

‎"ICP kan harga rata rata. Jadi, bisa lebih murah, karena transportasi kita gak hitung. Harapannya bisa menghemat ya," ujarnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Borong minyak kontraktor, Pertamina mampu pangkas impor 300.000 bph
Kelola Blok Rokan, Pertamina setor Rp 784 triliun ke pemerintah tahun ini
Rupiah jeblok, Jokowi perintahkan Pertamina beli minyak dari kontraktor dalam negeri
ESDM dukung Pertamina terapkan sistem digital di SPBU agar tak ada kecurangan
Pertamina kembali evaluasi harga BBM untuk September 2018

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.