Pertamina rugi Rp 15 T akibat opportunity lost penjualan Premium
Kerugian Rp 15 triliun terjadi untuk sepanjang 2015.
PT Pertamina (Persero) mengaku rugi hingga Rp 15 triliun sepanjang 2015 dari sisi penjualan Premium. Angka ini adalah opportunity lost, yakni potensi pendapatan yang seharusnya bisa diraup Pertamina.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan potensi kehilangan pendapatan terjadi akibat harga Premium yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah dari nilai keekonomian.
"Itu selisih yang harus kita tanggung. Itu potensial kehilangan pendapatan (opportunity lost)," kata Wianda di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (3/6).
Wianda mengaku belum mendapatkan cara untuk menekan potensi kerugian akibat penjualan Premium. Namun, saat ini, Pertamina akan berusaha lebih banyak menjual bahan bakar minyak (BBM) non penugasan seperti Pertalite, Pertamax, dan Dexlite.
"Makanya yang jadi target kita adalah memperbanyak terus untuk Pertalite, menyediakan Pertamax lebih banyak di berbagai SPBU, nanti juga inovasi Dexlite," ungkap Wianda.
Selain itu, Pertamina juga akan terus mengembangkan produk-produk inovasi guna menambal kerugian akibat penjualan BBM penugasan.
"Harapannya kita harus bekerja untuk melakukan inovasi. Sebagai badan usaha kita tidak boleh bergantung pasa BBM yang jenis penugasan, nanti jadi shadow competition, bukan kompetisi yang sebenarnya," tutur Wianda.
Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan indikator kerugian ada dua. "Rugi itu ada dua. Satu opportunity lost. Satunya lagi benar-benar lost," ucapnya.
Baca juga:
Libur Lebaran: Pertamina waspadai Jawa Tengah, Sumbar, dan Lampung
Tekan antrean di SPBU saat mudik, Pertamina siapkan Pertamax kemasan
Ramadan, Pertamina jamin pasokan BBM dan elpiji
Pertamina kuasai aset PGN melalui holding BUMN energi
Pertamina perluas wilayah outlet Dexlite di Jawa Timur
BPK sebut Pertamina untung jual solar subsidi Rp 3,19 triliun
Pertamina siapkan Rp 59 juta untuk pemenang desain logo HUT ke-59