Pertamina kuasai aset PGN melalui holding BUMN energi
Merdeka.com - Pengamat energi, Komaidi Notonegoro menilai PT Pertamina akan langsung menguasai aset PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui skenario pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN sektor energi.
"Penggabungan ini tentu akan menambah aset dan kemampuan keuangan Pertamina makin besar," katanya seperti ditulis Antara di Jakarta, Jumat (3/6).
Pemerintah berencana membentuk holding BUMN energi melalui pengalihan saham negara di PGN sebesar 56,96 persen ke Pertamina.
Rencana tersebut tercantum dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan PT Pertamina yang ditargetkan terbit pada Juni 2016.
Dengan demikian, Pertamina akan mengakuisisi PGN dan menjadikannya sebagai anak perusahaan.
Akuisisi ini pernah pula direncanakan saat Menteri BUMN dijabat Dahlan Iskan, namun tidak terwujud. Sekarang wacana akuisisi direncanakan kembali dengan skenario holding BUMN energi.
Menurut Komaidi, secara konsep, rencana holding akan meningkatkan efisiensi dan kinerja BUMN. "Namun, perjalanan menuju ke sana juga tidak sederhana, karena ada aspek teknis dan nonteknis yang cukup rumit harus dilalui," ujar Direktur Eksekutif Reforminer Institute itu.
Pembentukan holding memang akan memuluskan penguasaan aset PGN oleh Pertamina. Pertamina tidak perlu susah membangun pipa, karena bisa menggunakan pipa milik PGN.
Akan tetapi, ia mengingatkan, tambahan aset tersebut dapat menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik.
Komaidi juga mengatakan, meski menjadi kewenangan Kementerian BUMN, namun pemerintah perlu berkoordinasi dengan DPR agar prosesnya clear dan clean.
Berdasarkan data PGN, saat ini BUMN gas tersebut memiliki infrastruktur pipa sepanjang 7.000 km yang setara dengan 76 persen pipa gas nasional. PGN juga menguasai 85 persen pasar gas bumi di sektor hilir Indonesia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya