Pertamina Patra Niaga Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026 yang Lebih Tinggi dari Nataru
PT Pertamina Patra Niaga bersiap menghadapi Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026 yang diperkirakan melampaui periode Nataru, dengan fokus pada penguatan stok nasional dan kesiapan distribusi.
Pertamina Patra Niaga Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026 yang Lebih Tinggi dari Nataru
PT Pertamina Patra Niaga, sebagai penyedia utama bahan bakar di Indonesia, tengah gencar mempersiapkan diri menghadapi potensi lonjakan permintaan. Perusahaan ini secara aktif mengantisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan. Persiapan ini khusus ditujukan untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) tahun 2026.
Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian mendalam terkait proyeksi peningkatan kebutuhan ini. Kenaikan konsumsi BBM pada RAFI 2026 diperkirakan akan lebih tinggi. Hal ini dibandingkan dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, mengingat durasi libur yang lebih panjang.
Langkah antisipasi ini meliputi pemantauan stok secara nasional serta peninjauan menyeluruh terhadap ketersediaan pasokan. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat. Persiapan ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan mobilitas selama momen penting keagamaan dan liburan tersebut.
Proyeksi Kenaikan Konsumsi BBM RAFI 2026
Eko Ricky Susanto menegaskan bahwa pembahasan mengenai potensi kenaikan permintaan BBM untuk RAFI 2026 baru akan dimulai minggu ini. Namun, ia meyakini bahwa peningkatan konsumsi akan melampaui data yang tercatat selama periode Nataru 2025/2026. Perkiraan ini didasarkan pada durasi libur yang lebih panjang pada momen RAFI.
Selama masa Nataru 2025/2026, yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, terjadi fluktuasi penyaluran BBM. Penyaluran bensin (gasoline) meningkat sebesar 0,9 persen dibandingkan rata-rata normal. Di sisi lain, penyaluran solar (gasoil) mengalami penurunan 3,4 persen, dan minyak tanah (kerosin) turun 6,2 persen.
Berbeda dengan jenis BBM lainnya, penyaluran avtur justru menunjukkan peningkatan sebesar 5,5 persen selama periode Nataru. Data ini menjadi acuan awal bagi Pertamina Patra Niaga. Data ini digunakan untuk memproyeksikan kebutuhan BBM yang lebih besar. Proyeksi ini akan digunakan untuk menghadapi Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026.
Strategi Pengamanan Stok Nasional RAFI 2026
Saat ini, Pertamina Patra Niaga masih fokus pada pemantauan stok BBM secara nasional, khususnya setelah periode arus balik Nataru 2025/2026. Proses monitoring ini krusial untuk memastikan ketersediaan pasokan. Hal ini juga penting untuk merencanakan langkah selanjutnya dalam menghadapi periode RAFI.
Eko Ricky Susanto menjelaskan bahwa perusahaan akan melakukan "build-up stok" atau penambahan cadangan BBM secara bertahap. Upaya ini bertujuan untuk mengamankan kondisi stok nasional. Targetnya adalah agar stok BBM sudah dalam kondisi aman hingga ke tingkat terminal. Hal ini diharapkan dapat tercapai sebelum Ramadhan, atau paling lambat di awal Februari 2026.
Strategi pengamanan stok ini merupakan bagian integral dari Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026. Ini memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan aktivitas lainnya tanpa kendala pasokan. Ketersediaan BBM yang memadai menjadi prioritas utama.
Ketersediaan BBM di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera
Pertamina Patra Niaga juga memastikan bahwa penyediaan stok BBM untuk RAFI 2026 tidak akan terganggu oleh langkah pemulihan pasca-bencana di Sumatera. Eko Ricky Susanto menyatakan bahwa konsumsi BBM terbesar tetap berada di Pulau Jawa. Sementara itu, konsumsi di luar Jawa, seperti Sumatera Selatan atau Sumatera Utara, tidak setinggi di Jawa.
Fasilitas Pertamina di wilayah terdampak bencana di Sumatera tidak mengalami gangguan signifikan. Kendala utama yang terjadi sebelumnya adalah akses menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akses ini terhambat akibat jembatan roboh dan longsor yang menutup jalan.
Namun, Eko optimistis bahwa kondisi akses jalan di sana sudah mulai pulih. Ia berharap proses pemulihan ini dapat berjalan cepat dalam waktu satu bulan ke depan. Dengan demikian, penyaluran kebutuhan energi di provinsi-provinsi tersebut dapat berangsur kembali normal. Ini akan mendukung kelancaran Antisipasi Kenaikan BBM RAFI 2026 secara nasional.
Sumber: AntaraNews