Pertamina minta penandatanganan kontrak blok terminasi diundur
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengundur penandatanganan kontra kerja sama Production Sharing Cotract/ PSC), delapan wilayah kerja (wk) atau blok Minyak dan Gas bumi (migas) terminasi yang diserahkan ke PT Pertamina (Persero). Hal ini sesuai dengan permintaan Pertamina.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengundur penandatanganan kontra kerja sama Production Sharing Cotract/ PSC), delapan wilayah kerja (wk) atau blok Minyak dan Gas bumi (migas) terminasi yang diserahkan ke PT Pertamina (Persero). Hal ini sesuai dengan permintaan Pertamina.
"Ya saya maunya tanda tangan minggu lalu. Pertamina minta waktu dua bulan," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (10/4).
Delapan blok terminasi tersebut adalah, Blok Ogan Komering, Tuban, South East Sumatera, Sanga-Sanga, East Kalimantan, Attaka, Tengah, dan North Sumatera Offshore. Dari delapan blok migas terminasi, empat diantaranya akan dibagi sahamnya dengan kontraktor eksisting, yakni Blok Sanga-Sanga, South East Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering.
Sedangkan empat blok yang akan dikelola Pertamina bersama dengan mitra yaitu Blok Tuban, Sanga sanga, Southest Sumatera dan Ogan Komering.
Menurut Jonan, pemerintah memberikan keleluasaan ke Pertamina untuk bermitra dengan kontraktor lain dalam mengelola delapan blok terminasi tersebut, sesuai dengan permintaan Pertamina.
"Kalau peralihan hak partisipasi itu kan bebas saja ya. kita tidak bisa kendalikan. Pertanyaannya mungkin kenapa Pertamina harus ada mitra? lho suratnya Pertamina sendiri yang minta ada mitra," tuturnya.
Nantinya, mitra tersebut harus membayar hak partisipasi dalam mengelola Blok migas terminasi. Dia pun berpesan ke Pertamina untuk tidak menjual penugasannya dalam mengelola 8 blok terminasi, sehingga perusahaan tersebut tetap menjadi bagian pengelola blok terminasi.
"Yang saya pesan begini ke Pertamina, tidak boleh menjual penugasan itu untuk mendapat cash di depan. kalau mau itu diatur dengan mitranya itu bagaimana, cash callnya Pertama siapa, mitranya nanggung apa, dsb. kalau kita kasih penugasan dan kemudian di jual oleh Pertamina. masa begitu tujuannya. kan lucu," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Jonan belum minat tambah kandungan biodiesel ke solar
ESDM dan KLHK cari cara agar kasus tumpahan minyak tak terulang
Menteri Jonan beri sinyal tak naikkan royalti tambang minerba
Tolak kenaikan harga BBM, ratusan mahasiswa segel kantor Kementerian BUMN dan ESDM
Harga Pertalite naik, ESDM ingin konsumsi Premium kembali normal