Menteri Jonan belum minat tambah kandungan biodiesel ke solar
Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pihaknya belum ingin menambah kandungan biodiesel pada solar menjadi 20 persen (B20), saat ini kandungan tersebut masih 15 persen (B15). Hal ini dipertahankan agar pencampuran berjalan terlebih dahulu dan untuk menghindari perdebatan.
"Ya B15 lah kalau bisanya B15 ya B15, dari pada debat akhirnya tidak dipakai kan," kata Jonan, di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).
Menurutnya, pencampuran biodiesel dengan solar dilakukan untuk meningkatkan porsi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sektor transportasi. Seperti pada lokomotif kereta sebesar 5 persen dan alat berat pertambangan dengan campuran sebesar 15 persen.
Dengan adanya perluasan penerapan campuran biodiesel ke solar, maka konsumsi biodiesel bertambah 1 juta kilo liter (kl) dalam setahun, maka total penggunaan biodiesel menjadi 3,5 juta kl dalam satu tahun. "Jadi mulai nambahnya dalam kurun waktu 12 bulan ke depan tambah 1 juta jadi 3,5 juta kl kelapa sawit untuk ditambahkan di solar," imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM akan menerapkan campuran 20 persen minyak sawit (biodiesel) ke solar nonsubsidi, mulai diberlakukan pada 2018. Hal ini untuk mencapai target penyerapan biodiesel.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, perluasan pencampuran biodiesel ke solar nonsubsidi hanya berlaku pada industri khususnya kendaraan operasional pertambangan, bukan solar non subsidi untuk alat transportasi darat umum.
Industri terpilih menerapkan campuran biodiesel 20 persen, karena sebelumnya secara sukarela sudah melakukan hal tersebut.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya