Perekonomian Situbondo Tumbuh Pesat 5,28 Persen pada 2025, Bupati Rio Ungkap Kunci Keberhasilan
Bupati Situbondo Rio Wahyu Prayogo mengumumkan pertumbuhan Perekonomian Situbondo mencapai 5,28 persen pada 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Penasaran strategi di baliknya?
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengumumkan kabar baik mengenai Perekonomian Situbondo yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu enam tahun terakhir, khususnya sejak pascapandemi COVID-19 melanda.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rio saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar di Aula Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Minggu. Keberhasilan ini tidak hanya tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari indikator positif lainnya yang menunjukkan pemulihan dan penguatan ekonomi lokal.
Selain pertumbuhan ekonomi yang impresif, Situbondo juga berhasil menekan angka pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah tersebut turun dari 3,15 persen pada tahun 2024 menjadi 3,02 persen pada tahun 2025, menandakan peningkatan kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja.
Perekonomian Situbondo Melonjak, Pengangguran Menurun
Pertumbuhan Perekonomian Situbondo sebesar 5,28 persen pada tahun 2025 merupakan pencapaian penting bagi pemerintah daerah. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di banyak daerah lain, menunjukkan efektivitas kebijakan yang diterapkan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari upaya keras pemerintah kabupaten dalam memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,02 persen juga merupakan indikator positif. Angka ini mencerminkan bahwa pasar kerja di Situbondo semakin mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warganya. Hal ini tentu berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi rumah tangga di seluruh wilayah Situbondo.
Bupati Rio menekankan bahwa perbaikan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari berbagai program dan inisiatif. Fokus pada sektor-sektor strategis dan dukungan terhadap pelaku usaha menjadi kunci utama. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga turut berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja yang kompetitif.
Sektor Unggulan dan Indeks Ketimpangan yang Membaik
Pemerintah daerah Situbondo terus memprioritaskan peningkatan produktivitas di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Sektor-sektor ini diidentifikasi sebagai penopang utama pertumbuhan Perekonomian Situbondo. Dengan potensi alam yang melimpah, optimalisasi sektor-sektor ini menjadi strategi vital untuk keberlanjutan ekonomi.
Upaya peningkatan ini meliputi pemberian bantuan kepada petani dan nelayan, pelatihan keterampilan, serta pengembangan infrastruktur pendukung. Harapannya, sektor-sektor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Investasi di bidang ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif bagi perekonomian.
Selain itu, Bupati Rio juga menyoroti perbaikan Gini rasio atau indeks ketimpangan di Situbondo. Perbaikan ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan di masyarakat semakin merata. Penurunan kesenjangan ekonomi adalah tujuan penting dalam pembangunan berkelanjutan, memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi Pemerintah dan Dukungan Partai Golkar
Dalam kesempatan Rakerda tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jawa Timur, Ali Mufti, menegaskan pentingnya sinergi antara anggota DPRD dari fraksi Golkar dengan pemerintah daerah. Sinergi ini krusial dalam melayani rakyat dan memastikan program-program pembangunan berjalan efektif.
Ali Mufti menyatakan bahwa Golkar wajib mendukung penuh pemerintah kabupaten jika program-programnya berpihak kepada rakyat. Namun, ia juga menambahkan bahwa Golkar memiliki tanggung jawab untuk meluruskan jika ada program yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Ini menunjukkan peran pengawasan yang konstruktif dari partai politik.
Ketua DPD Golkar Situbondo, Yani Wijaya Baihaqi, menjelaskan bahwa Rakerda ini bertujuan untuk konsolidasi internal dan penguatan organisasi. Setelah Rakerda, agenda selanjutnya adalah turun ke masing-masing Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar. Konsolidasi ini penting untuk memastikan keselarasan visi dan misi partai dalam mendukung pembangunan daerah.
Sumber: AntaraNews