Peran Generasi Muda di Era Transformasi Keuangan, Jangan Hanya Pengguna Pasif
Generasi muda tidak lagi sekadar pengguna pasif, tetapi juga ditantang untuk menjadi agen inovasi dalam menciptakan ekosistem keuangan.
Di tengah laju digitalisasi yang pesat dan semakin kuatnya fokus pada investasi berkelanjutan serta inklusif, dunia keuangan kini memasuki fase transformasi besar. Perubahan ini tidak hanya menggeser cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga membentuk ulang pemahaman tentang nilai, keberlanjutan, dan aksesibilitas.
Perkembangan teknologi finansial (fintech), integrasi kecerdasan buatan, serta dorongan menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab membuka peluang sekaligus tantangan baru.
Generasi muda sebagai digital native berada di garis depan perubahan ini. Generasi muda tidak lagi sekadar pengguna pasif, tetapi juga ditantang untuk menjadi agen inovasi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi masa depan.
Untuk itu, Universitas Prasetiya Mulya melalui organisasi mahasiswa Finance and Investment Society (FIS) menggelar Financial Conference (FinFerence) 2025 di Kampus BSD beberapa waktu lalu.
Mengusung tema MARKET ODYSSEY: Thriving in the New Financial Era, konferensi ini menggambarkan perjalanan transformatif dalam menavigasi kompleksitas dunia keuangan modern, dengan menekankan pentingnya ketangguhan dan daya saing dalam menghadapi dinamika pasar.
"Konferensi ini berfokus pada sektor keuangan serta inovasi dan pembaruan terbaru dalam industri. FinFerence hadir sebagai wadah bagi profesional, akademisi, dan pemimpin industri untuk berkumpul, membahas tren, riset, serta perkembangan di bidang keuangan. Lebih dari itu, kami berharap acara ini dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi motor perubahan di era keuangan baru," Ketua Panitia FinFerence 2025, Christian Thomas.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa FIS, Benedictus Prasetya Soegiopranoto, menambahkan, FIS berkomitmen untuk menjadi wadah inspirasi, jejaring, dan diskusi kritis bagi mahasiswa. "Kami percaya generasi muda memegang peran penting dalam membentuk masa depan ekonomi bangsa," ujar dia.
Acara ini menghadirkan para narasumber kompeten di bidangnya, seperti Basuki Tjahaja Purnama (pengusaha dan politikus), Felix Haridinata (CEO Midas Cuan), Bernadus Wijaya (CEO Sucor Sekuritas), Andy Lynn (CEO Crypstocks), dan Sulianto Indria (Founder Trade With Suli).
Kehadiran mereka memperkaya diskusi sekaligus mempertegas posisi FinFerence sebagai jembatan yang menghubungkan riset akademik dengan praktik industri.
Tidak hanya sebagai forum diskusi, acara ini juga membuka ruang kolaborasi nyata antara public, dunia akademik dan industri fintech. Menghadirkan semangat baru bagi ekosistem keuangan Indonesia.