Penundaan akuisisi BTN hambat pembangunan rumah rakyat
Modal BTN jadi sulit bertambah.
Penundaan akuisisi Bank Tabungan Negara oleh Bank Mandiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hambat upaya pembangunan perumahan rakyat. Soalnya BTN kehilangan sumber pendanaan yang memungkinkan bank BUMN itu meningkatkan pembiayaan perumahan rakyat.
"BTN akan sulit membiayai kompleks-kompleks perumahan karena mencari tanah murah di Jakarta, bahkan di Jabodetabek, semakin susah. Sekarang harga tanah di Karawang saja sudah Rp 79 juta per meter, sulit dijangkau oleh pegawai negeri sipil sekalipun," kata Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Imron Rosyidhi, di Jakarta, Jumat (25/4).
Imron menilai Bank Mandiri bisa mengucurkan tambahan modal dengan cepat jika BTN menjadi anak usahanya. Dengan begitu, kapasitas BTN untuk menyalurkan kredit rumah semakin meningkat.
"Sekitar 40 persen kredit perumahan belum tertangani terutama untuk kelompok menengah ke bawah," katanya.
Menurut Imron, penolakan akuisisi yang digemakan oleh serikat pekerja BTN seharusnya tak perlu terjadi jika dikomunikasikan dengan baik. Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah memastikan bahwa proses akuisisi tak akan memakan korban
"Ini hanya persoalan komunikasi, Pak Dahlan saja sudah memastikan tak ada PHK.”
Baca juga:
OJK belum terima kelanjutan kisah penyerahan BTN ke Bank Mandiri
Akuisisi perusahaan farmasi, Sido Muncul kantongi modal Rp 150 M
Kekecewaan dan perlawanan Dahlan saat SBY gagalkan akuisisi BTN
Saham BTN anjlok 7,28 persen
Akuisisi BTN tertunda, karena komunikasi Dahlan buruk