LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penjualan Turun, Produsen Motor Listrik Desak Kepastian Subsidi Pemerintah

Subsidi yang diberikan sebelumnya terbukti berhasil mendorong adopsi kendaraan listrik.

Minggu, 25 Mei 2025 19:18:00
motor listrik
Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist) (Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist))
Advertisement

Industri motor listrik di Indonesia saat ini sedang menunggu kepastian mengenai kebijakan insentif dari pemerintah. Diharapkan, insentif ini dapat memicu kembali gairah pasar kendaraan listrik roda dua yang sempat mengalami penurunan setelah penghentian subsidi sebelumnya.

Para produsen merasa optimis bahwa dukungan dari pemerintah sangat penting untuk mencapai target penjualan yang ambisius. CEO & Founder MAKA Motors, Raditya Wibowo, menyatakan bahwa pada tahun 2024, pemerintah pernah memberikan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta untuk setiap pembelian motor listrik baru. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menarik minat masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Raditya mengungkapkan bahwa insentif tersebut telah meningkatkan daya beli konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan, dengan total mencapai 63 ribu unit kendaraan listrik. Namun, setelah subsidi tersebut dihentikan, penjualan motor listrik mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Mengutip dari Antaranews pada Minggu (25/5), situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen motor listrik. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menghidupkan kembali pasar yang sedang lesu ini.

Advertisement

Pencabutan insentif menyebabkan penjualan motor listrik menurun

Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist) Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist)

Raditya menyatakan bahwa tanpa adanya insentif, penjualan motor listrik pada kuartal pertama tahun 2025 hanya mencapai 2 ribu unit. Hal ini menunjukkan betapa signifikan pengaruh insentif terhadap keputusan pembelian konsumen.

"Ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi sepeda motor listrik cukup kontraproduktif dan menciptakan kebimbangan baik untuk pelaku industri maupun konsumen. Kita sudah melihat bagaimana insentif di tahun 2024 mampu mengakselerasi adopsi motor listrik," ujar Raditya Wibowo, sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Advertisement

Penurunan penjualan ini menjadi perhatian serius bagi para produsen. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai kelanjutan program subsidi agar pasar motor listrik kembali bergairah. Kepastian mengenai subsidi ini akan membantu konsumen dalam mengambil keputusan pembelian dan juga mendorong pertumbuhan industri motor listrik di tanah air.

Keterlambatan dalam keputusan pemerintah dapat menghambat penerapan kendaraan listrik

Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist) Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist)

Raditya mengingatkan bahwa keterlambatan dalam pengambilan keputusan bisa menjadi penghalang besar bagi program adopsi kendaraan listrik yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Tapi, yang lebih mendesak saat ini adalah kejelasan dari pemerintah. Apakah subsidi akan dilanjutkan atau tidak, keputusan itu penting untuk segera diumumkan. Jangan biarkan konsumen terus berada dalam ketidakpastian yang justru sangat menghambat pertumbuhan pasar motor listrik Indonesia," ujar dia.

Ketidakpastian ini tidak hanya memengaruhi penjualan, tetapi juga berimbas pada investasi dan pengembangan teknologi motor listrik. Para produsen memerlukan kepastian kebijakan agar dapat merencanakan strategi bisnis dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ekspektasi Industri Motor Listrik untuk Semester Pertama 2025

Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist) Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist)

Industri motor listrik sangat berharap agar pemerintah segera mengumumkan dan menerapkan kebijakan subsidi yang jelas paling lambat pada semester pertama tahun 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat mempertahankan momentum positif dalam adopsi kendaraan listrik serta membantu pemerintah mencapai target penjualan sebanyak 200 ribu unit hingga akhir tahun.

"Kami sangat berharap pengumuman dan implementasi kebijakan subsidi yang jelas dapat dilakukan paling lambat pada semester pertama tahun 2025, sehingga momentum positif adopsi kendaraan listrik dapat terus terjaga," tambah Raditya. Dengan adanya kepastian mengenai subsidi, diharapkan minat masyarakat terhadap motor listrik akan meningkat kembali. Hal ini akan menjadi pendorong pertumbuhan industri dan membantu pemerintah dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Pemerintah menghentikan subsidi untuk motor listrik mulai bulan Oktober 2024

Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist) Arena test ride motor listrik di PEVS 2025. (ist)

Pemerintah Indonesia telah menghentikan subsidi untuk motor listrik sejak bulan Oktober 2024. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengajukan usulan untuk memberikan bantuan baru sejak bulan November tahun lalu. "Menunda kepastian sama dengan menunda potensi besar pasar kendaraan listrik nasional. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan pemerintah dapat memberikan kejelasan mengenai kelanjutan subsidi ini pada semester pertama tahun 2025, demi menjaga keberlangsungan pertumbuhan industri dan memberikan kepastian bagi konsumen," ujar Raditya mengimbuhi.

Advertisement

Motor listrik lebih murah dalam perawatan, tapi tidak untuk baterai. (Liputan6.com/Abdillah)Sejak penghentian subsidi tersebut, banyak pihak mulai mempertanyakan langkah pemerintah selanjutnya. Kemenperin menilai bahwa kepastian mengenai subsidi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di tanah air. Kejelasan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. "Menunda kepastian sama dengan menunda potensi besar pasar kendaraan listrik nasional," tambah Raditya. Dengan adanya dukungan yang jelas dari pemerintah, diharapkan industri ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

Berita Terbaru
  • Aipda Robig Polisi Penembak Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Tes Urine Positif Narkoba
  • Piala Asia U-17 2026: Matthew Baker Gabung Timnas Indonesia U-17 Malam Ini, Dua Pemain Liga Belanda Menyusul Lusa
  • Bola.com Rayakan 11 Tahun dengan Kampanye 'Excellent Eleven'
  • Tragis Pria Berusia 45 Tahun di OKU Selatan, Diamuk Massa hingga Tewas usai Tepergok Nyolong Kopi
  • AHY Tinjau Program Pendidikan, Permukiman, dan Infrastruktur di Yogyakarta
  • berita update
  • motor listrik
  • subsidi motor listrik
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
A
Reporter Agustin Setyo Wardani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.