Penjualan PT Mayora Indah Tbk Turun, tapi Laba Kotor Naik Jadi Rp2,49 Triliun
Kenaikan ini berlanjut pada laba usaha yang melonjak menjadi Rp1,17 triliun dari Rp846,19 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk pada kuartal I-2026 menunjukkan perbaikan signifikan di sisi profitabilitas, meski penjualan bersih mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 (tidak diaudit) dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (28/4), perseroan mampu mencatat lonjakan laba bersih dan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban serta liabilitas.
Hingga 31 Maret 2026, penjualan bersih Mayora tercatat sebesar Rp9,39 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp9,85 triliun. Meski demikian, laba kotor justru meningkat menjadi Rp2,49 triliun dari sebelumnya Rp2,16 triliun.
Kenaikan ini berlanjut pada laba usaha yang melonjak menjadi Rp1,17 triliun dari Rp846,19 miliar pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp1,17 triliun dari Rp869,58 miliar.
Adapun laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp964,99 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp704,94 miliar pada tahun 2025. Sejalan dengan itu, jumlah penghasilan komprehensif juga meningkat menjadi Rp962,09 miliar dari Rp719,79 miliar.
Kinerja positif ini turut mendorong laba per saham naik menjadi 42, dibandingkan 31 pada periode yang sama tahun lalu.
Struktur Keuangan Lebih Sehat
Dari sisi neraca, Mayora mencatat total aset sebesar Rp28,63 triliun per 31 Maret 2026, turun dari Rp31,37 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini berasal dari berkurangnya aset lancar menjadi Rp5,11 triliun dari Rp5,84 triliun, serta sedikit penurunan aset tidak lancar menjadi Rp10,03 triliun dari Rp10,12 triliun.
Namun demikian, kondisi keuangan perusahaan justru terlihat lebih solid dengan penurunan liabilitas yang cukup tajam. Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp4,44 triliun dari Rp6,29 triliun, sementara liabilitas jangka panjang menyusut menjadi Rp5,00 triliun dari Rp6,72 triliun. Secara total, liabilitas perusahaan turun menjadi Rp9,45 triliun dari Rp13,01 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, ekuitas Mayora mengalami peningkatan menjadi Rp19,18 triliun per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp18,36 triliun pada akhir 2025.