Peningkatan SDM Barito Utara: Pelatihan Operator Alat Berat Tekan Angka Pengangguran
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengambil langkah strategis dalam peningkatan SDM tenaga kerja melalui pelatihan operator alat berat guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, secara aktif meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja lokal. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan operator alat berat, yang menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan secara berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di pasar kerja yang semakin dinamis.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Sampurna Murniati, menegaskan bahwa pelatihan operator alat berat ini merupakan langkah konkret dan strategis. Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di berbagai sektor industri.
Melalui pelatihan yang mencakup operator ekskavator dan dump truck, peserta dibekali keterampilan kerja yang spesifik, berstandar, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka.
Strategi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
Pelatihan operator alat berat ini dirancang untuk membekali pencari kerja lokal dengan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor infrastruktur dan pertambangan. Kepala UPT BLK Disnakertranskop UKM Barito Utara, Akurnadi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga menekankan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), etika, serta sikap profesional.
Kegiatan ini selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membangun manusia Indonesia yang unggul, produktif, dan berdaya saing. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat yang dimulai dari daerah.
Kabupaten Barito Utara memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, termasuk infrastruktur, pertambangan, perkebunan, dan sektor jasa pendukung lainnya. Sektor-sektor ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat, termasuk operator alat berat.
Pemerintah daerah berharap agar tenaga kerja lokal yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan mampu mengisi peluang kerja di dunia usaha, bahkan mengembangkan wirausaha mandiri. Dengan demikian, angka pengangguran dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pemerintah daerah mengimbau dunia usaha yang beroperasi di wilayah Barito Utara untuk memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal. Hal ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam pembangunan daerah demi terwujudnya Barito Utara yang maju dan berkeadilan.
Kepada para peserta pelatihan, Sampurna Murniati berpesan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pelatihan ini harus dijadikan bekal utama untuk memasuki dunia kerja, dengan tetap mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan siap kerja. Ini akan memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Barito Utara.
Detail Pelaksanaan Pelatihan Operator Alat Berat
Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta pencari kerja asal Kabupaten Barito Utara. Mereka terdiri dari 16 orang peserta operator dump truck dan 16 orang peserta operator ekskavator, yang seluruhnya telah terdaftar secara resmi di Disnakertranskop UKM Barito Utara.
Pelatihan akan berlangsung selama 20 hari pada Januari 2026 dan dipusatkan di LPK Kuat Perkasa Abadi, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Materi pelatihan meliputi pengenalan alat berat, teknik pengoperasian yang aman dan profesional, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta praktik lapangan.
Sumber: AntaraNews