Penglingsir Puri Bali Tagih Janji Realisasi Bandara Bali Utara, Desak Groundbreaking Segera
Tiga belas penglingsir puri di Bali mendesak Presiden Prabowo Subianto segera merealisasikan pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng, sesuai Perpres No. 12 Tahun 2025 untuk pemerataan ekonomi.
Tiga belas penglingsir puri yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) kembali menyuarakan tuntutan mereka. Mereka menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait realisasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Desakan ini muncul di tengah harapan akan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata.
Ketua Harian P3SB, Tjokorda Putra Nindya, menyatakan bahwa pembangunan bandara ini telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Perpres tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Dokumen resmi ini ditandatangani oleh Presiden Prabowo pada 10 Februari 2025.
Bandara Internasional Bali Utara secara eksplisit ditetapkan berlokasi di kawasan pesisir Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Masyarakat adat Bali Utara kini menginginkan kepastian tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Mereka mendesak agar peletakan batu pertama segera dilakukan.
Kepastian Lokasi dan Dasar Hukum Pembangunan Bandara Bali Utara
Tjokorda Putra Nindya menegaskan bahwa masyarakat telah lelah dengan berbagai spekulasi dan perdebatan. Isi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 sudah sangat jelas. Perpres tersebut secara definitif menetapkan lokasi proyek Bandara Bali Utara di kawasan pesisir Kubutambahan, Buleleng.
Penetapan lokasi ini memberikan dasar hukum yang kuat bagi pembangunan infrastruktur vital tersebut. Masyarakat adat di Bali Utara tidak lagi memerlukan diskusi baru mengenai lokasi. Mereka hanya membutuhkan kepastian waktu dan implementasi konkret dari janji pemerintah.
“Kami sudah lelah dengan wacana dan spekulasi. Isi Perpres No.12 Tahun 2025 sudah sangat jelas menetapkan pembangunan proyek bandara ini letaknya di kawasan pesisir Kubutambahan, Buleleng,” ujar Tjokorda Putra Nindya.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking menjadi sangat penting sebagai tanda dimulainya pembangunan. Hal ini akan memberikan kejelasan kepada masyarakat. Ini juga akan menghilangkan keraguan apakah proyek Bandara Bali Utara ini benar-benar akan berjalan atau hanya janji politis.
Bandara Bali Utara sebagai Simbol Pemerataan Pembangunan
Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara bukanlah sekadar proyek politik. Lebih dari itu, bandara ini merupakan simbol penting pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali. Selama dua dekade terakhir, pembangunan di Pulau Dewata terlalu terpusat di wilayah selatan.
Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2024 menunjukkan disparitas yang mencolok. Sekitar 87 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali disumbang oleh wilayah selatan. Wilayah tersebut meliputi Denpasar, Badung, dan Gianyar.
Sebaliknya, Bali Utara hanya berkontribusi sekitar 8 persen terhadap PDRB provinsi. Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan ekonomi yang signifikan. Kehadiran Bandara Bali Utara diharapkan dapat mengoreksi struktur ekonomi yang timpang tersebut.
Bandara ini dipandang sebagai instrumen koreksi struktural yang krusial. Bandara ini akan membuka akses baru dan memicu pengembangan pariwisata alternatif. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Kesiapan Teknis dan Target Operasional Bandara Bali Utara
Manajemen PT BIBU Panji Sakti, sebagai penggagas utama proyek, telah menegaskan kesiapan mereka. Mereka menyatakan bahwa kesiapan teknis dan pendanaan untuk pembangunan Bandara Internasional Bali Utara sudah terpenuhi. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan proyek strategis ini.
CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, menjelaskan bahwa investor sudah siap. Memorandum of Understanding (MoU) juga telah ditandatangani. Pengajuan penetapan lokasi juga sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Investor sudah siap. MoU sudah kami tandatangani. Penetapan lokasi telah diajukan. Kami menargetkan runway pertama bisa beroperasi pada 2028,” ujar CEO PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo.
Dengan segala persiapan yang matang, PT BIBU Panji Sakti menargetkan pencapaian signifikan. Mereka menargetkan bahwa landasan pacu (runway) pertama Bandara Bali Utara dapat beroperasi pada tahun 2028. Target ini memberikan gambaran jelas mengenai lini masa proyek.
Sumber: AntaraNews