Penerimaan pajak minus Rp 219 T, ini belanja dipangkas Sri Mulyani
Tak tercapainya penerimaan pajak disebabkan harga komoditas turun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memprediksi pendapatan pajak tahun 2016 tidak akan mencapai target seperti yang ditetapkan dalam APBN-P 2016. Pendapatan negara dari sektor pajak diperkirakan minus Rp 219 triliun, sehingga perlu penyesuaian atau pemangkasan belanja.
Menurut Sri Mulyani, pada 2014 saja, realisasi penerimaan pajak sekitar Rp 100 triliun di bawah yang ditargetkan di APBN-P. Sementara tahun lalu, realisasi penerimaan pajak sekitar Rp 248,9 triliun itu lebih kecil dari yang direncanakan.
Tak tercapainya penerimaan pajak disebabkan harga komoditas turun, perdagangan turun dan ekonomi mengalami pelemahan. "Jadi kita lihat bahwa angkanya jauh lebih kecil," ujar Sri Mulyani seperti ditulis Setkab, Kamis (4/8).
Menjaga APBN tetap sehat, Sri Mulyani berencana memangkas belanja kementerian/lembaga Rp 65 triliun serta dana transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun.
Pengurangan belanja jini terutama ditujukan untuk di kementerian/lembaga adalah aktivitas yang dianggap tidak betul-betul menunjang prioritas. Ini terutama berkaitan dengan perjalanan dinas, kegiatan konsinyering, persiapan-persiapan, dan bahkan mungkin termasuk belanja untuk pembangunan gedung pemerintahan yang mungkin belum dianggap prioritas pada saat ini.
"Kami akan melakukan bersama-sama dengan Menko Perekonomian dan Bappenas untuk menyisir belanja kementerian/lembaga agar bisa dikurangi tanpa mengurangi komitmen pemerintah untuk menunjang prioritas, yaitu masalah pembangunan infrastruktur, belanja untuk pendidikan (termasuk tunjangan profesi guru), tunjangan untuk belanja kesehatan. Dalam hal ini tetap kami prioritaskan sebagai hal yang akan terus dijaga untuk tidak mengalami pemotongan," tegas Menkeu.
Mengenai pengurangan transfer ke daerah, hal ini perlu dilakukan karena persoalan dana bagi hasil yang karena penerimaan pajaknya diperkirakan lebih kecil. Maka dengan otomatis penerimaan untuk dana bagi hasil di daerah juga akan dikurangi.
"Sedangkan yang lainnya mungkin kami akan mencoba supaya APBN tetap bisa memiliki ruangan untuk membuat ekonomi tetap tumbuh sehat namun dengan akurasi dari belanja maupun dari sisi penerimaan. Sehingga pemerintah bisa membangun confidence di dalam perekonomian," jelas Sri Mulyani.
Baca juga:
Diapit sejumlah menteri, Jokowi pimpin Rakornas TPID
Menkeu Sri Mulyani pangkas belanja negara Rp 133,8 triliun
Indonesia dan Aljazair sepakat kerja sama sektor industri
Rupiah melemah ke level 13.159 per USD
Dari Sri Mulyani hingga Jokowi kumpul atur strategi atasi inflasi
Investor asal Arab Saudi bangun wisata halal di Lombok
Menko Darmin blak-blakan soal kondisi ekonomi Indonesia